Alexithymia

Info Penanya, pria 19 Tahun

apakah alexithymia dapat disembuhkan..?apabila bisa harus ke dokter spesialis apa..?

26 Aug 2018, 14:56 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda

Alexithymia sebetulnya bukanlah suatu diagnosis klinis, melainkan bagian dari kepribadian seseorang. Kondisi ini membuat orang tersebut tidak mampu mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan emosi diri sendiri maupun orang lain.

Seseorang dengan alexithymia akan sulit membedakan antara emosi yang dirasakan dengan emosi yang diekspresikan. Misalnya, ketika orang tersebut mengalami kondisi yang mengecewakan, ia tidak terlihat kecewa, marah, atau cemas. Bahkan mereka tidak tahu emosi apa yang dirasakannya. Jadi, jika wajah mereka tampak marah dan orang lain menanyakan hal tersebut, mereka akan mengelak.

Gaya berkomunikasi orang dengan alexithymia cenderung logis dan harfiah. Mereka tidak akan memasukkan refleksi perasaan ke dalam setiap ucapannya. Sebaliknya, mereka akan membahas hal-hal faktual dengan kering, tanpa emosi. Biasanya orang dengan alexithymiatidak bisa menikmati novel, pertunjukan, atau film yang berfokus pada emosi.

 

Dari penelitian lain juga disebutkan bahwa alexithymia berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti hipertensi, migrain, tinitus, gangguan tidur, gangguan makan, penyalahgunaan obat, depresi hingga gangguan mental lainnya.

 

Alexithymia dapat terjadi karena beberapa alasan. Ketika anak dibesarkan untuk memiliki kepercayaan bahwa mereka tidak boleh menangis, tidak boleh terlihat cengeng, atau harus terlihat kuat, maka ketika beranjak besar akan menjadi sulit mengekspresikan emosi dan kurang berempati.

Di samping itu, alexithymia juga bisa disebabkan oleh adanya trauma. Misalnya trauma fisik, trauma verbal, trauma emosional, atau pelecehan seksual.

Kondisi tertentu seperti adanya cedera otak (akibat trauma atau benturan) maupun parkinson juga dapat menyebabkan seseorang menjadi alexithymia. Ketika terjadi cedera kepala, maka dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf dan impuls di otak. Sehingga emosi yang dialami dan respons yang diekspresikan menjadi tidak sesuai.

Kami sarankan agar anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater) agar dilakukan wawancara lebih mendalam terkait keluhan anda dan diberikan terapi yang sesuai.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat

 

26 Aug 2018, 14:56 WIB