Keputihan dan Flek

Info Penanya, wanita 29 Tahun

Siang dok, saya mau tanya. Saya ibu menyusui. Diusia anak saya yg ke 6 bulan saya mendapatkan haid pertama setelah melahirkan. Tepatnya tgl 16 bulan lalu. Nah bulan ini saya gak haid dok, tp sejak tgl 10 saya keluar flek2 yg kadang berisi darah kotor namun sedikit. Setelah itu keluar ke keputihan selama seminggu. Dan setelah itu hilang. Mohon info nya dok apakah itu memang dialami busui? Timakasih

03 Sep 2018, 09:00 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah bertanya tentang Keputihan Disertai Flek menggunakan Fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti menjelang atau setelah menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Kami menduga yang Anda alami kemungkinan adalah keputihan yang memang bisa terjadi pasca haid akibat perubahan hormonal. Karena penyebabnya adalah perubahan hormonal, keputihan yang normal tersebut juga dapat muncul menjelang menstruasi, saat stress, saat hamil, dan karena pemakaian kontrasepsi. Selama cairan tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir. Namun, Anda juga mengeluhkan keputihan tersebut bercampur darah (seperti yang Anda alami), maka mungkin yang muncul adalah flek-flek darah di luar masa haid.

Flek dapat disebabkan antara lain karena:

  • Kehamilan atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan)
  • Penggunaan kontrasepsi oral
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Infeksi pada alat kelamin
  • Pengobatan tertentu (misal: obat pengencer darah) 
  • Polip serviks (benjolan pada mulut rahim)
  • Kanker serviks
  • Dysfunctional uterine bleeding (pendarahan akibat hormonal)
  • Endometriosis, adenomyosis (bentuk kelainan pada dinding rahim)
  • Hiperplasia endometrial
  • Pelvic inflammatory disease (penyakit infeksi pada saluran kewanitaan)

Kami menyarankan Anda melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan pemeriksaan langsung dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

03 Sep 2018, 09:00 WIB