Muntah dan Sakit Kepala Setelah Makan Pedas

Info Penanya, wanita 33 Tahun

Saya penderita pneumonia dok, tapi tiba-tiba kemarin malam sy muntah akibat makan pedas dan asam, mungkin karena siangnya belum makan nasi. Dan sampai sekarang kepala sy masih berat, obat apa yang harus sy minum.. Kemudian makanan apa saja yang harus sy hindari..?

04 Sep 2018, 22:58 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah bertanya tentang mual dan muntah setelah makan melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sayangnya sulit bagi kami untuk menjelaskan kondisi Anda hanya dengan keterangan yang Anda berikan. Diperlukan sebuah pemeriksaan fisik dan tambahan untuk menilai sebuah kondisi dengan seksama. Akan tetapi keluhan muntah dan pusing Anda mungkin berhubungan dengan Sindrom Dispepsia. Oleh karena itu ijinkan kami menjelaskan sedikit tentang keluhan peningkatan asam lambung atau disebut sindrom dispepsia. Sindrome dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Selain itu, dispepsia juga dapat disertai rasa pusing, keringat dingin, dsb. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit tukak lambung atau kelebihan asam lambung. Pengobatan sindrom dispepsia sangat tergantung dari penyebabnya.

Awalnya, Anda dapat mengonsumsi obat penetral asam lambung yang berisikan antasid untuk meredakan gejala. Selain dengan pemberian obat penetral asam lambung secara teratur, kami sarankan sebaiknya Anda menjaga pola makannya dengan makan lebih sering dalam porsi kecil dan teratur, menghindari makanan pedas, asam, alkohol, kopi, soda, dan makanan yang dapat merangsang pengeluaran gas seperti kol dan menghindari obat-obatan yang menimbulkan luka pada lambung seperti aspirin. Selain itu, stres psikis juga harus dihindari karena dapat memicu pengeluaran asam lambung yang berlebihan.

Jika setelah menjalankan terapi di atas namun tetap tidak ada perbaikan pada keluhan-keluhan anda, Kami sarankan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Keluhan sesak nafas yang anda alami bisa jadi bagian dari penyakit ini atau merupakan bagian lain dari penyakit seperti paru atau jantung. Namun untuk menegakkan diagnosis diperlukan pemeriksaan langsung oleh seorang dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Salam.

04 Sep 2018, 22:58 WIB