Kulit Kombinasi dan Jerawat

Info Penanya, wanita 20 Tahun

Dok saya memiliki jenis kulit wajah kering dan berminyak pada daerah t-zone saja saya tidak tahu skincare yang cocok buat saya. Banyak yg gak cocok selama saya pernah coba skincare dan muncul juga flek dan saya berjerawat juga dok gimana ya solusinya

06 Sep 2018, 09:31 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Apa jenis kulit Anda?

Dari penjelasan Anda, mungkin saja Anda memiliki jenis kulit kombinasi (hanya berminyak di bagian tertentu) atau kulit berminyak atau kulit normal. Saya sarankan Anda mengunjungi dokter untuk pemeriksaan langsung dan penanganan yang optimal.

Sebagai informasi lengkap Anda, kami sertakan artikel: Kenali Jenis Kulit Anda.

Pada bagian kulit berminyak mudah terindikasi dengan terlihatnya permukaan kulit yang cenderung mengkilap. Pada jenis kulit macam ini, banyak kasus timbulnya komedo dan jerawat. Hal ini dikarenakan banyaknya kandungan kalenjar minyak (sebum) yang sebetulnya berfungsi membantu mencegah kulit dari kekeringan. Namun akibat lingkungan yang penuh kotoran dan debu yang tidak terlihat, kulit berminyak cenderung lebih mudah ‘menangkap’ kotoran dan debu yang tidak terlihat tersebut dibandingkan jenis kulit kering. Sehingga, kulit berminyak cenderung lebih mudah timbul jerawat pada permukaan kulit.

Cara mengatasi kulit berminyak yaitu dengan mencuci muka dengan sabun khusus muka dan air yang mengalir. Cukup basuh wajah dengan air hangat terlebih dahulu untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel, kemudian gunakan air dingin untuk mencuci wajah dengan sabun muka.

Bila perlu, untuk perawatannya dapat menggunakan toner dan astringent yang mengandung alkohol, dan jika perlu, gunakan cleanser cair yang formulanya sangat ringan. Kulit berminyak hampir tidak memerlukan pelembab, apalagi pada usia remaja. Sedangkan untuk mengangkat sel kulit mati Anda dapat melakukan scrub. Lakukan 1x/minggu dan jangan terlalu sering.

Bersihkan wajah dengan menggunakan sabun pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit wajah 2 kali sehari, terutama sebelum tidur. Jika kulit sedang dalam kondisi berjerawat maka sebaiknya menggunakan pembersih wajah untuk kulit berjerawat dan dengan kandungan pH yang sesuai dengan kondisi kulit.

Apa saja penanganan jerawat yang sudah Anda lakukan? Bagaimana tingkat kepatuhan Anda?

Masalah jerawat memang masalah kesehatan yang susah-susah gampang. Ada berbagai faktor yang saling berkaitan dalam menimbulkan jerawat, sehingga penanganannya biasanya memerlukan waktu lama dan juga kedisiplinan yang tinggi.

Penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini: 

·         Stress

·         Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (kelenjar sebasea) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.

·         Kelenjar minyak yang terlalu aktif

·         Keturunan dari orangtua

·         Bakteri di pori-pori kulit

Sehingga pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. 

Memang pengobatannya membutuhkan jangka waktu lama dan kesabaran. Kami sarankan agar tidak berganti-ganti dokter karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. Jika berganti-ganti dokter, maka setiap dokter baru biasanya akan memulai pengobatan dari awal lagi. Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan  kebersihan wajah

Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk analisa faktor-faktor yang menyebabkan jerawat pada wajah Anda. Diperlukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui tingkat keparahan dan jenis jerawat yang Anda miliki. Selain itu evaluasi jenis pengobatan apa saja, tingkat kepatuhan dan respon pengobatan juga perlu dievaluasi. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

 

06 Sep 2018, 09:31 WIB