Seputar Hubungan Seksual dan Bercak Kuning dari Vagina

Info Penanya, pria 22 Tahun

dok,setelah berhubungan suami istri , apakah ada waktu beberapa yg harus ditunggu agar sperma tdk tumpah/keluar ,dan setelah hubungan suami istri saya selalu buang air kecil,sekaligus saya membersihkan vagina , dan setelah haid selesai ,di cd ada bercak warna kuning itu kenapa? bagaimana solusinya dok?

12 Sep 2018, 17:48 WIB
dr. Anita Amalia Sari
dijawab oleh: dr. Anita Amalia Sari

Terima kasih telah bertanya menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Cairan ejakulasi yang keluar lagi lewat vagina setelah melakukan hubungan sangat wajar terjadi dan hal tersebut tidak mempengaruhi potensi terjadinya kehamilan selama sperma yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan jumlah yang cukup. Hal tersebut juga tidak ada keterkaitannya dengan kelainan rahim. Pada saat ejakulasi, seorang pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml yang terdiri dari cairan mani dan sperma. Sperma yang berukuran mikroskopik dapat masuk ke rahim melalui mulut rahim sedangkan sisa cairannya akan tertinggal di dalam vagina. Apabila cairan ejakulasi keluar dari vagina sesaat setelah melakukan hubungan seksual atau pada pagi harinya, hal tersebut masih wajar terjadi karena cairan ejakulasi tidak diserap dan akan keluar sebagian. Jadi tumpahnya cairan ini tidak bisa dicegah. 

Keputihan atau dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis.

Pada saat tertentu, memang terjadi peningkatan jumlah cairan secara fisiologis, namun hal itu bukan merupakan suatu tanda adanya penyakit. Jumlah cairan vagina meningkat dalam kondisi peningkatan jumlah hormon pada sekitar masa haid atau saat hamil, rangsang seksual, stres atau kelelahan, penggunaan obat-obatan atau alat kontrasepsi.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Sementara keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.

Sebagian besar keputihan disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis yang menghasilkan banyak cairan berupa cairan encer berwarna kuning kelabu.

Keputihan yang patut diwaspadai jika timbul gejala meningkatnya jumlah cairan vagina dari biasanya hingga terus menerus muncul dan acapkali mengganggu, berbau amis, apek, busuk, berwarna putih susu, kuning tua, coklat, kehijauan bercampur darah. Cairan vagina yang tidak normal juga ditandai dengan konsistensi encer, berbuih hingga kental menggumpal seperti susu basi.

Jika keputihan Anda warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan maka masih termasuk dalam keputihan yang normal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

12 Sep 2018, 17:48 WIB