Tanda Kehamilan

Info Penanya, wanita 26 Tahun

Selamat pagi, dok. Saya ingin bertanya. Pada tanggal 13 sampai 18 Agustus adalah masa menstruasi saya. Darah haid keluar lancar dan banyak tanpa kendala suatu apapun. Lalu, pada tanggal 25 saya melakukan hubungan suami istri tetapi ejakulasi dikeluarkan di luar vagina dan itu merupakan pertama kalinya saya melakukan hubungan suami istri. Hari selanjutnya saya langsung merasakan mual, lemas, tidak nafsu makan, dan sering bersendawa. Tapi, saya mengingat kalau saya pernah mengalami maag dan asam lambung. Setelah itu, saya mulai mengonsumsi obat maag dan asam lambung dan baik-baik saja. Lalu, pada tanggal 4 dan 5 September, saya melakukan hubungan suami istri kembali. Tetapi tetap dikeluarkan di luar vagina karena masih belum ingin memiliki anak. Setelah itu saya merasa baik-baik saja, cuma sedikit khawatir jika saya mengalami kehamilan. Sampai terpikirkan setiap hari. Lalu, pada tanggal 12 dan 13 September, saya mengalami pendarahan seperti haid. Namun, darahnya tidak selancar haid biasa namun keluar banyak pada hari pertama (12 Sep) dan mulai sedikit pada hari kedua (13 Sep). Karena penasaran dan tidak biasa mengalami seperti ini, akhirnya saya memasukan jari saya untuk mengecek darah haidnya. Setelah saya lihat, darahnya keluar tetapi menggumpal dan berlendir bewarna merah segar layaknya darah haid. Tetapi, sebelum haid saya mengalami kram perut ringan tidak seperti biasanya saya merasakan kram pada haid. Dan yang terakhir, perut saya membucit sedikit di bagian pusar setelah melakukan hubungan suami istri. Pertanyaan Kira-kira itu kenapa ya dok? Kenapa haid saya seperti itu dan cuma terhitung 2 hari? Padahal saya kalau haid 6-7 hari. Apakah saya hamil? Apakah perut membuncit saya itu karena ada sesuatu yang lain karena stres memikirkan kehamilan? Kenapa darah saya tidak sederas haid bulan lalu? Justru ini menggumpal dan berlendir di dalam atau mengendap. Terima Kasih.

17 Sep 2018, 09:53 WIB
dr. Dyan Mega Inderawati
dijawab oleh: dr. Dyan Mega Inderawati

Terima kasih telah bertanya tentang Tanda Kehamilan melalui fitur Tanya Dokter

Tanda kehamilan yang pertama adalah telatnya menstruasi. Tanda-tanda kehamilan lainnya terdiri atas tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti. Tanda-tanda kehamilan tidak pasti yang dialami dapat bervariasi setiap individunya, antara lain adalah:

  • sering berkemih
  • pembesaran dan nyeri payudara
  • mual
  • perasaan lelah
  • daerah sekitar puting susu menghitam
  • peningkatan suhu tubuh
  • flek perdarahan karena perlekatan hasil pembuahan ke dinding Rahim, dsb

Keluarnya perdarahan kecil atau flek-flek kecoklatan dalam waktu singkat karena proses penempelan calon bayi pada dinding rahim biasanya hanya terjadi dalam 1 hari saja.

Sedangkan tanda pasti kehamilan (obyektif) adalah:

  1. terasa bagian janin serta gerak janin pada perabaan
  2. terdengar bunyi jantung janin pada auskultasi
  3. terlihat gambaran janin pada USG atau scanning

Untuk memastikan apakah terjadi kehamilan pada diri Anda perlu dilakukan pemeriksaan pasti karena gejala-gejala lainnya hanya merupakan pertanda tidak pasti. Kami sarankan jika Anda terlambat haid lebih dari 2-3 minggu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Test pack dapat mendeteksi kehamilan dengan tingkat keakuratan mencapai 99%. Bahkan garis tipis saja sudah menunjukkan hasil yang positif. Namun, testpackjuga dapat menunjukkan hasil negatif palsu (hasilnya negatif, namun terdapat kehamilan) ataupun positif palsu (hasilnya positif, namun tidak disertai kehamilan). Untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan itu, diperlukan konfirmasi USG.

Beberapa penyebab terjadinya hasil negatif palsu adalah akibat kesalahan teknik pemeriksaan, terlalu lama mencelupkan strip, atau apabila kadar hormon B-hCG dalam urin belum mencukupi. Hasil positif telah dapat ditemukan 8 hari setelah pembuahan pada 5% perempuan (bukan hubungan seksual, pembuahan terjadi bergantung pada masa subur wanita), dan angka ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Pemeriksaan test pack dapat dilakukan 1 hari setelah menstruasi terlambat, namun masih dapat terjadi hasil negatif karena rendahnya kadar hormon sehingga tidak terdeteksi.

Oleh sebab itu testpack dapat dilakukan kembali setelah ada keterlambatan lebih dari 1 minggu (sesuai siklus menstruasi). Masih juga ada kemungkinan muncul hasil yang negatif akibat masih rendahnya kadar hormon yang ada. Dalam keadaan tersebut, ulang pemeriksaan 1 - 2 minggu kemudian, atau langsung melakukan pemeriksaan kadar hormon B-hCG dalam darah atau pemeriksaan USG untuk hasil yang lebih akurat, jika memang masih belum menstruasi.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan seputar Tanda Kehamilan. Semoga bermanfaat.

17 Sep 2018, 09:53 WIB