Pilihan KB Untuk Ibu Menyusui

Info Penanya, wanita 27 Tahun

Halo,Dok. Saya ibu dari 1 anak. Usia anak saya sekarang 6 bulan. Setelah selesai masa nifas saya menggunakan KB suntik 3 bulan. Semenjak itu, siklus menstruasi saya berubah menjadi dua bulan sekali dengan durasi 16 hari, dan yang terakhir durasi nya bertambah panjang hingga hari ini 29 hari. Sebelum hamil, siklus menstruasi saya 1 bulan dua kali dengan durasi 5-7 hari. Tapi saya mendengar rata2 jika menggunakan suntik KB 3 bulan, siklus mens berkurang. Sedangkan saya kebalikannya. Apakah siklus menstruasi saya masih normal? Atau saya harus mengganti kontrasepsi yg saya gunakan?Sebaiknya kontrasepsi apa yg saya pilih mengingat saya masih menyusui bayi saya. Terima kasih.

20 Sep 2018, 10:28 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Adapun efek perubahan menstruasi akibat penggunaan suntik KB memang tidak bisa diprediksi. Bila memang Anda merasa tidak nyaman, Anda dapat merubahnya. Terdapat berbagai jenis metode kontrasepsi yang dapat digunakan oleh ibu menyusui:

1. Metode Amenorea Laktasi (MAL)Metode kontrasepsi yang menjadikan laktasi (menyusui) sebagai kontrasepsi alami, memiliki efektifitas 98% dalam mencegah kehamilan. Pada saat menyusui, hormon prolaktin akan menekan ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) sehingga dapat mencegah kehamilan. MAL dapat digunakan sebagai kontrasepsi dengan beberapa syarat, yaitu:

Memberikan ASI eksklusif, tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayiASI diberikan sesering mungkin, setiap bayi meminta, minimal 8x/hari (setiap 4 jam)Belum mendapatkan menstruasi setelah melahirkanBayi berusia kurang dari 6 bulanJika bayi sudah berusia dari 6 bulan, dan frekuensi menyusui menurun, maka risiko kehamilan meningkat dan sebaiknya menggunakan metode kontrasepsi tambahan.

2. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/spiralAKDR memiliki manfaat sebagai alat kontrasepsi dalam jangka panjang, yaitu 5-10 tahun. AKDR tidak memiliki pengaruh terhadap ASI. Pemasangan AKDR dapat segera dilakukan pada masa nifas tanpa harus menunggu menstruasi.Pemasangan AKDR disarankan setelah 4  minggu masa nifas untuk mengurangi risiko ekspulsi (keluarnya AKDR dari rahim).

3. Pil progestin/ minipilPenggunaan minipil dapat dimulai kapanpun setelah melahirkan.

4. ImplanImplan dapat bertahan hingga 3 tahun. Penggunaan implan dapat dilakukan 3 minggu setelah melahirkan.

5. Suntik progesteronDilakukan setiap 3 bulan. Jika Anda menggunakan kontrasepsi hormonal progesteron, kesuburan tidak akan kembali secara langsung setelah penghentian, namun membutuhkan beberapa bulan setelah injeksi terakhir untuk mengembalikan kesuburan. Jadi, jika Anda memiliki rencana untuk hamil dalam waktu cepat, metode kontrasepsi ini mungkin bukan menjadi pilihan terbaik.

6. KondomTerdapat dua jenis kondom, yaitu kondom untuk pria dan kondom untuk wanita. Kondom untuk wanita memiliki cara kerja yang sama yaitu mencegah masuknya sperma ke dalam vagina.

7. Sterilisasi (tubektomi/vasektomi)Merupakan kontrasepsi permanen jika tidak memiliki anak lagi. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

20 Sep 2018, 10:28 WIB