Gangguan Cemas dan Sulit Konsentrasi

Info Penanya, pria 18 Tahun

Dok saya mau bertanya. begini saya abing umur 18 tahun saya smpe saat ini mngalami penyakit sejenis yang membngungkan. jadi gini kalo saya dekat dengan paparan gelombang radio seprti wifi, bluetooth, sinyal hape yang kluar dari smartphone dan alat gadget lain dan intinya jika gelombang itu besar dan kedaan saya dekat sekali terppar dengan sumber gelombang yng kluar saya merasakan beberapa sakit dri radisa gelombang radio itu, 1. sakit di bagian belakang hidung kdang suka bgian kanan kadang suka pinda sndiri bagian kiri rasa sperti terasa ada runyem' bgitu dan terasa nyerih, 2. saat berpikir susah dan gagap berbicara sperti orang mngalami penyakit alzhaiimer, 3. kalo radiasi gelombang radio nya sangaat besar dan kedaan saya sedang di ruangan yang smpit atau sperti di kereta gituh yang banyak orang menggunakan hape dan sempit. itu kadang terasa sakit ke kepala. dan membuat saya susah untuk berpikir. jadi dok kira" saya mengalami gejala dan panyakit apa yah dan sperti nya organ apa yg terganggu krna sblum nya gaperna bgini :(, trmkasih dok tolong dbantu jawab

02 Oct 2018, 22:49 WIB
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti
dijawab oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah bertanya seputar Gangguan Cemas dan Sulit Konsentrasi menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Izinkan kami untuk menjelaskan terlebih dulu seputar gangguan cemas dan jenisnya.

Cemas/kecemasan adalah perasaan gelisah, khawatir atau takut. Setiap orang pasti pernah merasa cemas di beberapa titik dalam hidupnya, tetapi untuk sebagian orang perasaan ini bisa berlangsung terus menerus. Kecemasan dalam kadar tertentu (sedikit) dapat membantu, misalnya ketika Anda cemas sebelum ujian, hal itu akan membuat Anda lebih waspada/siaga sehingga performa akan lebih baik. Tetapi kecemasan yang terlalu banyak akan membuat Anda lelah dan sulit berkonsentrasi.

Kecemasan memiliki gejala psikologis dan fisik. Gejala psikologis termasuk:

  • Hampir selalu merasa khawatir atau gelisah
  • Sulit tertidur sehingga merasa lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menjadi mudah marah
  • Menjadi sangat waspada/siaga
  • Merasa di ujung tanduk/tidak bisa rileks
  • Seringkali membutuhkan penghiburan dari orang lain 
  • Merasa sedih

Ketika Anda cemas, tubuh akan mengeluarkan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini menimbulkan gejala fisik kecemasan, seperti peningkatan laju jantung dan berkeringat. Gejala lain yaitu:

  • Jantung berdebar-debar dan menyentak
  • Bernafas lebih cepat
  • Irama jantung tidak teratur
  • Merasa sakit
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Berkeringat berlebihan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa melayang seperti mau pingsan
  • Sering merasa ingin BAK
  • Rasa seperti ada yang menggelitik di dalam perut
  • Ketegangan otot-otot

Apabila gejala-gejala kecemasan ini sudah dialami dalam jangka waktu yang panjang (>2 bulan), kemungkinan besar Anda mengalami gangguan cemas.

Gangguan cemas mencakup beberapa kondisi, yaitu:

  1. Gangguan cemas menyeluruh
  2. Gangguan panik
  3. Fobia (agorafobia/fobia keramaian atau klaustrofobia/fobia ruang tertutup)
  4. Gangguan stress pasca trauma
  5. Gangguan cemas sosial (fobia sosial)
  6. Gangguan kepribadian obsesif kompulsif

    Berikut adalah tabel perbedaan kecemasan sehari-hari yang normal dengan gangguan cemas:

    Cemas Sehari-hari Gangguan Cemas
    Khawatir apakah bisa membayar tagihan, mendapat pekerjaan, bila putus dari pasangan, atau kejadian-kejadian penting lainnya dalam hidup Khawatir yang konstan dan tidak berdasar sehingga menimbulkan stres dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari
    Rasa malu atau tidak percaya diri pada situasi sosial yang tidak nyaman atau canggung Menghindari situasi sosial karena takut dinilai, dihakimi, dipermalukan atau dihina
    Cemas atau berkeringat sebelum 'ujian' yang besar seperti sidang skripsi, presentasi bisnis, pertunjukkan panggung, atau hal signifikan lainnya Tiba-tiba mengalami serangan panik dan mengalami preokupasi (kepikiran) dengan ketakutan mengalami serangan berikutnya
    Ketakutan yang realistis terhadap objek-objek/tempat/situasi berbahaya Ketakutan yang tidak rasional atau penghindaran terhadap objek/tempat/situasi yang tidak mengancam atau potensi ancaman kecil
    Kecemasan, kesedihan atau kesulitan tidur terjadi segera setelah kejadian yang membuat trauma Mimpi buruk berulang, teringat akan masa lalu, atau emosi terhadap kejadian traumatik yang sudah terjadi beberapa bulan/tahun sebelumnya

Untuk mengatasi gangguan cemas yang Anda alami, perlu dibantu dengan konselor, baik seorang psikolog maupun psikiater. Bedanya, psikolog lebih banyak memberikan psikoterapi sedangkan psikiater memberikan psikoterapi dan obat. Siapapun yang Anda pilih, yang penting dapat membuat Anda merasa nyaman dan termotivasi untuk melakukan upaya-upaya mengatasi kecemasan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa tip yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kecemasan dan gangguan konsentrasi:

  1. Berolahraga rutin minimal 3 kali seminggu selama 30 menit. Olahraga akan mengeluarkan hormon endorfin yang membuat tubuh Anda menjadi rileks. Mulailah pelan-pelan, semampu Anda. Secara bertahap naikkan frekuensi dan intensitasnya.
  2. Hindari alkohol dan obat-obat terlarang.
  3. Hindari merokok dan minuman. berkafein karena dapat memperburuk rasa cemas yang sudah ada.
  4. Lakukan teknik relaksasi dan pengelolaan stres seperti meditasi dan yoga, atau sekedar menarik nafas 7 hitungan dan mengeluarkan nafas 11 hitungan selama beberapa kali hingga Anda merasa lebih baik.
  5. Usahakan cukup tidur.
  6. Usahakan selalu konsumsi makanan yang sehat dan mengandung banyak sayur/buah.
  7. Carilah waktu untuk bersenang-senang di sela kesibukan Anda, misalnya dengan berjalan-jalan bersama teman-teman baik atau melakukan hobi Anda. 
  8. Jika kecemasan menyerang, alihkan dengan bergerak (berjalan) atau melakukan hobi Anda.

Demikian informasi seputar Gangguan Cemas dan Sulit Konsentrasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

02 Oct 2018, 22:49 WIB