Keputihan Normal vs Keputihan Abormal

Info Penanya, pria 26 Tahun

Keputihan yang bentuknya putih kental, menimbulkan bau serta menyebabkan pakaian dalam menjadi berwarna kuning, apakah hal ini berbahaya? dan apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi?

05 Oct 2018, 11:49 WIB
dr. Devia Irine Putri
dijawab oleh: dr. Devia Irine Putri

Terimakasih sudah bertanya seputar keputihan melalui fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Keputihan adalah salah satu mekanisme "pembersihan" dalam sistem reproduksi wanita. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini membawa keluar sel-sel mati dan bakteri sehingga vagina tetap bersih dan bebas infeksi.

Seringkali, keputihan merupakan hal yang normal. Keputihan yang normal berwarna bening hingga putih keruh dan/atau kekuningan jika menempel pada pakaian dalam, tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan seperti gatal atau rasa tidak nyaman.

Perubahan pada keputihan yang normal ini dapat disebabkan oleh siklus menstruasi, stres psikologis/emosional, status gizi, kehamilan, dan penggunaan obat-obatan (termasuk pil KB).

Bila terdapat perubahan pada warna dan jumlah cairan keputihan, mungkin itu merupakan tanda infeksi jamur/bakteri/parasit di dalam vagina.

Gejalanya ialah:

  • Keputihan disertai gatal-gatal, kemerahan, rasa perih/nyeri
  • Volume keputihan banyak dan makin bertambah jumlahnya
  • Rasa terbakar/panas/perih saat BAK
  • Keputihan berwarna putih susu dan sangat kental
  • Warna cairan keabu-abuan/kuning kehijauan dengan bau yang menyengat (asam atau amis)

Jika keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam, yang bukan tidak mungkin menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan.

Yang Anda alami adalah keputihan yang berwarna kuning dan berbau. Bagaimana baunya? apakah amis atau anyir? Selama bau tidak amis dan anyir, keputihan yang Anda alami masih tergolong normal. Yang perlu Anda lakukan untuk mencegah agar keputihan tidak menjadi parah antara lain :

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Bila keputihan semakin banyak dan mengganggu, segera periksa diri Anda ke dokter spesialis kandungan atau dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mencari tahu penyebabnya sehingga dapat diobati dengan benar. 

Demikian informasi ini kami sampaikan seputar keputihan, semoga bermanfaat. Salam sehat

05 Oct 2018, 11:49 WIB