Hasil Analisis Sperma

Info Penanya, pria 27 Tahun

Dok saya mau tanya, kemaren saya cek sperma hasil nya : warna: putih ke abuan, volume : 3.2 mL, ph : 8.3 , progresive 63% , non progresive 7%, immotile 30 % ,spermatozoa 20-30, konsentrasi sperma 8.5 jt/ml , jumlah total 27.2 jt/ejakulat , leukosit 0.1 , morfologi normal 12% Abnormal 88 % : Tapered 19% Pyriform 27% Round 24% Amorphous 15 % Vacuolated 1% Small acrosomal 1% Large acrosomal 1% Hasil tersebut termasuk jenis parah ataubtidak dok? Terimakasih

10 Oct 2018, 06:25 WIB
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti
dijawab oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah bertanya seputar hasil analisis sperma menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Berdasarkan pemeriksaan analisis sperma didapatkan hasil Teratozoospermia: Jumlah sperma dengan morfologi normal kurang dari 30%. Sedangkan Pria normal memproduksi paling tidak 30% sperma berbentuk normal. Sperma normal memiliki bentuk kepala oval beraturan dengan ekor lurus panjang di tengahnya. Hanya sperma yang bentuknya sempurna yang disebut normal. Penyebab keadaan ini bermacam-macam, antara lain gangguan pembuluh darah, infeksi, imunologi, testis terlampau panas, dll. Karena itu perlu dieksplorasi lebih lanjut kemungkinan penyebab hal ini. Analisa sperma yang kurang baik,  memang  menurunkan peluang untuk memiliki anak. Kami sarankan agar Anda kembali kontrol ke dokter spesialis urologi yang menyarankan tes analisis sperma. Agar segera diberikan penangan sesuai dengan hasil analisis sperma Anda.

Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan dan kesuburan sperma, terdapat beberapa  jenis makanan yang baik untuk kesehatan sperma Anda. Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung: 

Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)

Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria

Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma. 

Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur. 

Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan. 

Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.

 

Pemeriksaan analisis semen/cairan sperma mencakup penilaian terhadap jumlah, bentuk, dan gerak spermatozoa (sel sperma).

1. Volume

Pria subur rata-rata mengeluarkan 2 hingga 5 mL semen dalam satu kali ejakulasi. Bila secara konsisten mengeluarkan kurang dari 1,5 mL (hypospermia) atau lebih dari 5,5 mL (hyperspermia) dikatakan abnormal. Volume semen biasanya lebih sedikit bila sangat sering ejakulasi, dan volume lebih banyak akan didapatkan setelah lama “berpuasa”.

2. Konsentrasi sperma

Pria subur memiliki jumlah sel sperma di atas 20 juta per mL atau 40 juta secara keseluruhan. Jumlah di bawah 20 juta/mL dikatakan konsentrasi sperma rendah dan di bawah 10 juta/mL digolongkan sangat rendah. Istilah kedokteran untuk konsentrasi sperma rendah adalah oligospermia. Bila sama sekali tidak ada sperma disebut azoospermia. Semen pria yang tidak memiliki sperma secara kasat mata terlihat sama dengan semen pria lainnya, hanya pengamatan melalui mikroskoplah yang dapat membedakannya.

3. Morfologi/bentuk sperma

Sperma normal memiliki bentuk kepala oval beraturan dengan ekor lurus panjang di tengahnya. Sperma yang bentuknya tidak normal (disebut teratozoospermia) seperti kepala bulat, kepala pipih, kepala terlalu besar, kepala ganda, tidak berekor, dll, adalah sperma abnormal dan tidak dapat membuahi telur. Hanya sperma yang bentuknya sempurna yang disebut normal. Pria normal memproduksi paling tidak 30% sperma berbentuk normal.

4. Motilitas (pergerakan) sperma

Sperma terdiri dari dua jenis, yaitu yang dapat berenang maju dan yang tidak. Hanya sperma yang dapat berenang maju dengan cepatlah yang dapat mencapai sel telur. Sperma yang tidak bergerak tidak akan dapat membuahi sel telur. Penilaian untuk motilitas sperma adalah sebagai berikut:

Kelas A: sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus seperti peluru kendali.

Kelas B: sperma yang berenang maju tetapi dalam garis melengkung atau bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lambat.

Kelas C: sperma yang menggerakkan ekornya tetapi tidak melaju.

Kelas D: sperma yang tidak bergerak sama sekali.

Sperma kelas C dan D adalah sperma yang buruk. Pria yang subur memproduksi paling tidak 50% sperma kelas A dan B. Bila proporsinya kurang dari itu, kemungkinan akan sulit memiliki anak.

Motilitas sperma juga dapat terkendala bila sperma saling berhimpitan (mengalami aglutinasi) secara kelompok sehinga menyulitkan gerakan mereka menuju ke sel telur.

Setelah keempat hal tersebut diperiksa, kesimpulan dari hasil analisis semen yang dapat muncul adalah sebagai berikut:

  • Normozoospermia: Karakteristik normal.
  • Oligozoospermia: Konsentrasi spermatozoa kurang dari 20 juta per ml.
  • Asthenozoospermia: Jumlah sperma yang masih hidup dan bergerak secara aktif, dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi kurang dari 50%.
  • Teratozoospermia: Jumlah sperma dengan morfologi normal kurang dari 30%.
  • Oligoasthenoteratozoospermia: Kelainan campuran dari 3 variabel yang telah disebutkan sebelumnya.
  • Azoospermia: Tidak adanya spermatozoa dalam sperma
  • Aspermia: Sama sekali tidak terjadi ejakulasi sperma.

Bagaimana dengan hasil analisis sperma Anda?

Jika ditemukan kelainan, penyebabnya beragam, mulai dari adanya penyakit yang mendasari seperti varikokel, infeksi, masalah ejakulasi, antibodi terhadap sperma, tumor, testis yang tidak turun, ketidakseimbangan hormon, gangguan pada sistem transpor sperma, dan faktor genetik. Selain itu, faktor lingkungan seperti paparan terhadap zat kimia, sinar X, atau panas yang berlebihan terhadap sperma juga bisa menurunkan jumlah sperma. Gaya hidup seperti penggunaan narkoba, steroid anabolik (doping), alkohol, dan merokok juga dapat menurunkan jumlah sperma. Terakhir, berat badan yang terlalu berlebihan (obesitas) juga mempengaruhi proses produksi sperma.

Secara alami, jumlah dan kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan perubahan gaya hidup, mengelola stres, dan mengkonsumsi makanan-makanan sehat. Selengkapnya dapat Anda baca di artikel berikut: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2839469/catat-10-makanan-ini-bisa-tingkatkan-jumlah-sperma 

Demikian informasi seputar hasil analisis sperma yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

10 Oct 2018, 06:25 WIB