Seputar Benjolan Payudara

Info Penanya, pria 18 Tahun

Malam dok, Dok apakah yg memiliki benjolan payudara masih bisa untuk menyusui dan bolehkah untuk minum pil KB?? Terimakasih

15 Oct 2018, 10:49 WIB
dr. Sara Elise Wijono MRes
dijawab oleh: dr. Sara Elise Wijono MRes

Terima kasih telah bertanya menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan.

Benjolan pada payudara bisa disebabkan oleh berbagai penyebab, dimulai dari infeksi kulit seperti bisul, atau mengarah ke perkembangan jaringan payudara berupa tumor yang jinak maupun yang ganas. Untuk membedakannya perlu diketahui karakteristik tumor tersebut, seperti:

  • Ukurannya, apakah semakin bertambah besar
  • Permukaannya: licin atau berbenjol
  • Dapat digerakkan atau tidak (menempel pada kulit)
  • Bagaimana keadaan kulit  di atasnya
  • Apakah ada nyeri
  • Apakah ada pembesaran kelenjar getah bening di sekitarnya (termasuk ketiak)

Pada wanita  di bawah usia 30 tahun, tumor tersebut kemungkinan besar merupakan tumor jinak yang disebutfibroadenoma mammae (FAM). FAM merupakan gabungan antara jaringanglandula (kelenjar) dan fibrosa dan terjadi akibat adanya kelebihan hormon estrogen sehingga umumnya akan terjadi pembesaran atau pembentukan benjolan baru saat menstruasi atau hamil karena produksi hormon estrogen meningkat.

FAM lebih sering terjadi dibandingkan kista payudara. Selain FAM, penyakit fibrokistik atau dikenal juga sebagai mammary displasia adalah benjolan payudara yang sering dialami oleh sebagian besar wanita.Pada usia muda jarang sekali didapatkan tumorganas pada payudara kecuali Saudari memiliki riwayat keluarga dengan keganasan pada payudara, Anda perlu lebih waspada terhadap  benjolan di payudara.

Hal ini juga bisa disebabkan karena gumpalan ASI yang membatu. Sering kompres dan kosongkan kedua payudara anda. Demi keberhasilan menyusui, perawatan payudara sebaiknya dimulai sedini mungkin. Umumnya payudara akan terasa lebih padat, kencang dan terasa nyeri sejak usia kehamilan 6-8 minggu. Pembuluh darah bertambah dan melebar, kelenjar-kelenjar pada daerah areola juga tampak lebih menonjol.

Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Dalam proses ini dikenal pula istilah stasis ASI, mastitis tanpa infeksi, dan mastitis terinfeksi. Apabila ASI menetap di bagian tertentu payudara, karena saluran tersumbat atau karena payudara bengkak, maka ini disebut stasis ASI. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi, dan bila telah terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi.

Diagnosis mastitis ditegakkan berdasarkan kumpulan gejala sebagai berikut:

  • Demam dengan suhu lebih dari 38,5oC
  • Menggigil
  • Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
  • Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri.
  • Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin
  • Timbul garis-garis merah ke arah ketiak.

Faktor risiko terjadinya mastitis antara lain:

  • Terdapat riwayat mastitis pada anak sebelumnya.
  • Puting lecet.Puting lecet menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang membuat kebanyakan ibu menghindari pengosongan payudara secara sempurna.
  • Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek.Biasanya mulai terjadi pada malam hari saat ibu tidak memberikan bayinya minum sepanjang malam atau pada ibu yang menyusui dengan tergesa-gesa.
  • Pengosongan payudara yang tidak sempurna
  • Pelekatan bayi pada payudara yang kurang baik.Bayi yang hanya mengisap puting (tidak termasuk areola) menyebabkan puting terhimpit diantara gusi atau bibir sehingga aliran ASI tidak sempurna.
  • Ibu atau bayi sakit.
  • Frenulum pendek.
  • Produksi ASI yang terlalu banyak.
  • Berhenti menyusu secara cepat/ mendadak, misalnya saat bepergian.
  • Penekanan payudara misalnya oleh bra yang terlalu ketat atau sabuk pengaman pada mobil.
  • Sumbatan pada saluran atau muara saluran oleh gumpalan ASI, jamur,serpihan kulit, dan lain-lain.
  • Penggunaan krim pada puting.
  • Ibu stres atau kelelahan.
  • Ibu malnutrisi. Hal ini berhubungan dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Jawaban dari pertanyaan anda sangat terkait dengan penyebab dari benjolan payudara yang anda alami. Pemeriksaan fisik mendetil serta pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk memastikan diagnosis. Untuk itu, sebaiknya Anda memeriksakan diri kepada dokter.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

15 Oct 2018, 10:49 WIB