Cara Penularan Sifilis

Info Penanya, pria 20 Tahun

dok saya mau tanya. sebelum nya saya belum tau bahwa saya terkena sifilis lalu saya sex sama pasangan saya dengan cara di oral. setalah besoknya saya liat ada bercak di sempak saya dan saya ke dokter bahwa saya terkena gejala sifilis. dan saya mau tanyakan kepada dokter apakah pasangan saya yang tadi sudah oral punya saya akan terkena sifilis seperti saya trimakasi.

31 Oct 2018, 00:53 WIB
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti
dijawab oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah bertanya seputar Cara Penularan Sifilis menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis ditularkan melalui kontak seksual vaginal, anal mmaupun oral dengan lesi terinfeksi, dari ibu ke anak dalam rahim, melalui transfusi darah, dan sangat jarang sekali melalui luka di kulit yang terkena dengan luka sifilis. Penularan tidak terjadi lewat kloset ataupun lewat benda-benda seperti sabun, gayung, handuk atau alat mandi lainnya. Penularan hanya terjadi melewati kontak langsung dengan kulit yang memiliki luka infeksi.

Sifilis dibagi menjadi sifilis primer, sekunder dan latent. Sifilis primer terjadi 3 minggu setelah kontak dengan penderita.

Gejala yang muncul adalah luka pada kelamin disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Luka yang muncul biasanya satu luka dapat besar atau kecil. Sifilis sekunder terjadi 2 - 10 minggu setelah luka pada kelamin dan dapat melebar 3 - 4 bulan setelah infeksi. Luka pada sifilis sekunder ini menyebar ke seluruh tubuh dimana bentuk luka tersebut adalah merah-merah terkadang disertai perasaan mual, nyeri dan lemas.

Bentuk sifilis ini dapat menyebar ke otak dan menyebabkan kematian. Jika penyakit tidak diobati dengan benar maka bentuk laten dapat timbul setelah 25 tahun terinfeksi, gejala yang dapat muncul dapat berbentuk sifilis jenis primer ataupun sekunder yang dapat menginfeksi otak dan menyebabkan kematian. Pada umumnya di laboratorium terdapat 2 macam pemeriksaan untuk sifilis (pemeriksaan antibodi):

Untuk skrining: VDRL (Venereal Disease Research Laboratories) dan RPR (Rapid Plasma Reagin)Untuk diagnosis: FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption test) dan TP-PA(Treponema pallidum Particle agglutination assay)

Pengobatan adalah dengan pemberian antibotik khusus dan dalam pemantauan dokter. Kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin agar segera dapat ditegakkan diagnosis penyakit pasti dan dapat segera diobati.

Protokol dalam penanganan infeksi menular seksual juga termasuk penanganan pada partner seksualnya, karena luka sifilis kadang dapat tersembunyi di daerah vagina bagian dalam maka seringkali tidak diketahui apakah seorang wanita menderita sifilis kecuali dengan pemeriksaan laboratorium (darah). 

Sifilis yang ditangani dengan tepat dan segera dapat disembuhkan, namun jika tidak segera diatasi maka dapat menyebabkan kerusakan organ dan sampai kematian.

Demikian informasi seputar Cara Penularan Sifilis yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

31 Oct 2018, 00:53 WIB