Perasaan Ingin Melukai Diri Sendiri

Info Penanya, wanita 18 Tahun

Malam Dokter, saya mau bertanya. Akhir akhir ini saya sering nangis, emosi saya kurang stabil menurut saya. Setiap saya melihat benda tajam seperti gunting atau pisau saya seperti ingin melukai diri saya sendiri. Menurut Dokter keadaan mental saya seperti apa Dok ? Mohon petunjuk Dokter

01 Nov 2018, 12:18 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Secara medis kondisi ingin melukai diri sendiri merupakan tanda dari depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan mood dari seorang yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)

Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.

Hilangnya minat atau kesenangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.

Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.

Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.

Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )

Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari

Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak tepat.

Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.

Pikiran akan kematian yang berulang.

Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya. Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat

Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya. Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien.

Kami menyarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri. Sementara itu, cobalah untuk menceritakan masalah kepada teman dekat dan dekatkan diri dengan Tuhan dengan perbanyak doa. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

 

01 Nov 2018, 12:18 WIB