Vagina Berbau Setelah Berhubungan Intim

Info Penanya, pria 24 Tahun

Dok saya mau tanya, apakah bahaya jika setelah saya berhubungan intim cairan di vagina saya menjadi bau busuk, itu selalu terjadi ketika saya berhubungan intim. apakah mengganggu keinginan untuk hamil?

01 Nov 2018, 13:43 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terima kasih telah bertanya mengenai vagina berbau setelah berhubungan seksual menggunakan fitur Tanya Dokter.

Keluarnya cairan dari vagina setelah berhubungan intim merupakan hal yang sering terjadi. Saat berhubungan intim, terjadi proses lubrikasi vagina, sehingga cairan lubrikan. Namun cairan normal yang keluar adalah cairan yang bening dan tak berbau. Selain itu, karena saat mengalami rangsangan seksual dinding vagina menebal, cairan lubrikan tersebut dapat tertahan di dalam vagina sampai beberapa saat setelah hubungan intim selesai. Hal ini dapat menjelaskan keluarnya cairan dari vagina 1 hari setelah hubungan intim.

Namun, jika ada perubahan dalam jumlah atau kualitas (warna, bau) cairan yang keluar, apalagi jika disertai oleh timbulnya rasa gatal pada daerah vagina, kemungkinan terdapat infeksi dalam vagina tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya, perlu diketahui karakteristik cairan yang keluar, seperti warna dan baunya.

Apakah Anda juga mengalami keluhan keputihan?

Keputihan sendiri dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Yang dimaksud fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi pada wanita akibat dari perubahan hormonal ketika menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.

Keputihan juga dapat disertai dengan berbagai keluhan lain, seperti:

rasa gatal pada kemaluan

rasa terbakar pada kemaluan

bau amis atau bau ikan busuk pada keputihan

keputihan yang bergumpal atau berbusa

Apabila memang ada keluhan seperti yang kami sebutkan di atas maka kemungkinan ini adalah keputihan yang patologis. Keputihan yang fisiologis adalah keputihan yang berwarna bening, tidak terlalu banyak, tidak gatal, tidak berbau, dan tidak panas. Apabila keluhan terus berlanjut, kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mendapatkan penanganan yang optimal. Bila memang infeksi, dan menjalar ke area pelvis (pinggang), bukan tidak mungkin mempersulit terjadinya kehamilan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

01 Nov 2018, 13:43 WIB