Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil

Info Penanya, wanita 25 Tahun

Malam dok, sy usia 25th sy sedang hamil anak pertama masih usia 10w 2d Terakhir sy di tensi tinggi dok 130/90. Sy gak dapat obat apa2 dari bidan sy. Hanya di kasih vitamin gestiamin pluz. Kira2 sy harus makan apa ya untuk menurunkan tensi. Apa dampak ke janin ya dok, kalo tensi slalu tinggi terus.. Padahal sy sudah byk minum air putih dan buah, susu

02 Nov 2018, 10:49 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terimakasih telah bertanya tentang Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil melalui fitur Tanya Dokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Tekanan darah normal adalah <120/80 mmHg. Secara umum kondisi hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik seseorang >140 mmHg dan tekanan diastolik >90 mmHg. Seseorang dapat dikatakan hipertensi jika setelah 2 kali pemeriksaan dalam 2 kali kunjungan yang berbeda didapatkan tekanan darah >140/90 mmHg. Peningkatan tekanan darah terjadi pada 3-10% kehamilan. Peningkatan tekanan darah tinggi dalam kehamilan terbagi atas 4 bagian besar :

hipertensi kronikpre-eklampsia ringan, pre-eklampsia berat, eklampsiahipertensi kronik dengan superimposed eklampsiahipertensi gestasional

Hipertensi kronik dapat terjadi sebelum kehamilan atau baru muncul pada kehamilan trimester pertama (early pregnancy) atau sebelum usia kehamilan 20 minggu. Penyebab dari hipertensi kronik ini terbagi atas esensial (tidak diketahui penyebabnya) dan sekunder. Sekunder dalam hal ini adalah hipertensi yang disebabkan karena penyakit lain seperti penyakit ginjal dan gangguan endokrinologi (hormonal) seperti diabetes, hipertiroid.

Sekitar 50% wanita hamil dengan hipertensi kronik akan memiliki tekanan darah normal atau mendekati normal pada trimester tengah dengan risiko kekambuhan pada trimester akhir berkisar 10%. Apabila memang Anda memiliki penyebab sekunder atau penyebab dasar terjadinya hipertensi maka penyebab tersebut harus dikendalikan terlebih dahulu.

Komplikasi dari hipertensi kronik berkaitan dengan superimposed preeklampsia. Kondisi ini berkisar 10% pada hipertensi ringan dan 50% pada hipertensi berat. Pre-eklampsia dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan darah 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (akhir triwulan kedua sampai triwulan ketiga). Gejala preeklampsia ditandai oleh 3 bagian besar, yaitu tekanan darah >=140/90 mmHg, proteinuria (protein di urin), dan edema atau bengkak pada ekstremitas (tungkai, kaki, tangan). Jika kondisi yang Anda alami saat ini merupakan suatu gejala preeklamsia maka hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi pertumbuhan janin hingga proses persalinan yang akan Anda hadapi. Namun, kami tidak dapat memastikan hal tersebut terkait dengan kurangnya informasi dan keterbatasan kami untuk melakukan pemeriksaan langsung. Untuk itu, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, Anda juga harus rutin kontrol untuk melakukan pemeriksaan rutin kehamilan atau Ante Natal Care(ANC).

Saat ini, Anda janganlah terlalu khawatir, makanlah makanan yang bergizi dan olahraga ringan guna pertumbuhan janin Anda. Kontrol teratur ke dokter dan minumlah obat yang diberikan oleh dokter Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil. Semoga bermanfaat untuk Anda.

02 Nov 2018, 10:49 WIB