Tanda - Tanda Persalinan & Apakah Harus Sectio Caesaria?

Info Penanya, wanita 23 Tahun

Dok, saya hamil kembar di usia kehamilan 38 minggu dan masih belum ada tanda2 melahirkan, apakah ini berarti saya harus menjalani operasi caesar? Karena bayi kembar pada umumnya lahir prematur. Sementara saya ingin melahirkan dgn normal dan masih ingin menunggu sampai uk saya 40 minggu

16 Nov 2018, 07:46 WIB
dr. Devia Irine Putri
dijawab oleh: dr. Devia Irine Putri

Terimakasih sudah bertanya seputar masalah persalinan dengan menggunakan fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Pertama-tama kami ucapkan selamat atas kehamilan Anda, semoga Anda dan anak Anda sehat selalu. Perlu Anda ketahui bahwa proses persalinan bervariasi antar individu dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Usia kehamilan yang dikatakan normal adalah dengan lama 37- 41 minggu. Jadi jika belum ada tanda-tanda persalinan pada iAnda, hal tersebut masih saja bisa terjadi. Jika setelah usia kehamilan sudah menginjak 42 minggu, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk langkah terbaik, apakah lebih baik dilakukan perangsangan persalinan.

Lalu, penting juga Anda ketahui tanda-tanda persalinan? Salah satu tanda persalinan adalah adanya kontraksi atau perut terasa kencang. Perut yang terasa kencang terjadi karena adanya kontraksi pada rahim. Ada 2 jenis kontraksi yang dapat terjadi pada masa kehamilan, false labour yang disebut dengan kontraksi Braxton Hicks dan true labour yang terasa ketika mendekati persalinan.

Bagaimana membedakan keduanya? Tentunya dengan mengenali karakteristik dari tiap jenis kontraksi. Pada Braxton Hicks, kontraksi terasa hilang timbul, jarak antara dua kontraksi tidak menjadi semakin dekat, tidak meningkat bila berjalan, tidak memanjang, dan tidak semakin menguat . Kontraksi ini umumnya mulai terasa saat trimester ke-2 ( minggu 13 s/d 25 kehamilan) dan semakin sering pada trimester ke-3 (minggu ke-26 s/d 40 kehamilan). Kontraksi ini seringkali membuat ibu hamil merasa bahwa persalinan segera dimulai. Namun, sesuai namanya false labour,kontraksi ini bukanlah kontraksi yang dirasa saat mendekati persalinan.

Sedangkan pada true labour, kontraksi terjadi dalam interval yang teratur, berlangsung hingga 30-70 detik, dan jarak antar dua kontraksi semakin dekat. Kontraksi juga terus berlangsung tidak berhenti meskipun merubah posisi, semakin menguat, dan awalnya terasa pada bagian punggung kemudian menjalar ke arah perut. Bila Anda merasa cemas dan merasakan gejala lain selain yang kami sebutkan, sebaiknya berkonsultasilah langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Beberapa tanda-tanda menjelang waktunya persalinan antara lain :

  1. Adanya lendir bercampur darah. Sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir kemerahan karena bercampur darah. Hal ini dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai Anda mendapatkan kontraksi yang teratur atau air ketuban yang pecah, sebelum Anda pergi kerumah sakit. Namun Anda harus segera menghubungi dokter apabila mengalami pendarahan hebat.
  2. Air ketuban pecah. Kantung ketuban yang mengelilingi bayi akan pecah sehingga air ketuban keluar. Normalnya air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau.
  3. Kontraksi yang teratur. Mulai usia kehamilan 38 minggu, umumnya timbul kontraksi tidak teratur yang disebut kontraksi Braxton hicks. Namun kontraksi tersebut bukan termasuk tanda persalinan. Kontraksi yang menandakan proses persalinan timbul secara teratur. Awalnya kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama, bertambah sering dan bertambah kuat. Kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.

Sedangkan untuk masalah Sectio Caesaria (SC), merupakan suatu tindakan mengeluarkan bayi dengan cara operasi melalui perut (abdomen). SC tidak bisa dilakukan sembarangan, ada beberapa indikasi dilakukan operasi SC, yaitu:

  • Gawat janin
  • Kelainan posisi janin
  • Riwayat SC sebelumnya
  • Kelainan anatomi pada rahim/panggul-Janin diduga memiliki cacat bawaan
  • Plasenta previa atau solusio plasenta
  • Ibu dengan HIV positif
  • Kegagalan proses persalinan normal/persalinan tidak maju
  • Tumor di rahim
  • Ibu dengan penyakit jantung, HELPP syndrome, atau penyakit lain yang mengancam jiwa

Kondisi di atas merupakan indikasi medis dilakukan SC. SC tersebut bisa dilakukan secara elektif (jadwal ditentukan) atau darurat jika terjadi kegawatdaruratan pada ibu atau janin. Sedangkan jika wanita yang tidak memiliki indikasi SC kemudian meminta dilakukan SC maka termasuk SC tanpa indikasi medis. Perlu diingat bahwa seluruh tindakan apapun, apalagi operasi selalui memiliki komplikasi. Komplikasi tindakan SC yang dapat terjadi umumnya perdarahan, infeksi, ruptur uteri, penyakit tromboemboli, sampai kematian. Jika Anda melakukan SC tanpa indikasi medis, operasi dilakukan saat janin memasuki usia cukup bulan tentunya (lebih dari 36 minggu), sama halnya jika Anda ingin melahirkan secara normal. Jika tidak ada indikasi SC dan proses selama kehamilan berikutnya terpantau baik maka masih memungkinkan bagi Anda untuk melahirkan secara normal.

Demikian informasi yang dapat diberikan seputar masalah persalinan, semoga bermanfaat. Salam sehat.

16 Nov 2018, 07:46 WIB