Madu Pada Anak Berusia Dibawah 2 Tahun

Info Penanya, pria 26 Tahun

Malam dok, saya seorang ayah yang mempunyai 2 bayi berusia 16 bulan, mau nanya dok. 2 bulan lalu anak saya batuk pilek, mungkin tenggorokannya tidak nyaman sehingga sama sekali tidak mau minum susu. Kemudian saya berinisiatif memberikan air madu sebagai asupan nutrisi pengganti susu, dan anak saya mau minum. Nah dampaknya sampai sekarang anak saya lebih suka minum air madu daripada susu. Saya khawatir dengan kebiasaan minum air madu bisa memberikan dampak buruk semisal giginya bakal cepat rusak dll. *FYI, anak saya kembar sehingga asupan ASI dari ibunya tidak bs mencukupi kebutuhan anak, dan saat ini produksi asinya surut, hanya dapat beberapa tetes sekali pumping. Pertanyaannya, 1. Apakah kandungan dalam madu bisa merusak gigi? 2. Apa dampak buruk bagi kesehatan apabila terlalu banyak mengkonsumsi madu pada bayi usia 16 bulan? 3. Adakah alternatif (suplemen/sayuran) pengganti susu untuk suplay kalsium dll agar pertumbuhannya optimal? 4. Bagaimana cara meningkatkan produksi ASI yg mulai surut, padahal masih ada waktu 8 bulan untuk menuntaskan ASI 2 tahun. Demikin pertanyaan dari saya dok. Mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih 😃

03 Dec 2018, 14:15 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terima kasih telah bertanya menggunakan KlikDokter.com,

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kami akan menjawab pertanyaan Anda satu per satu.

1. Apakah kandungan madu bisa merusak gigi?

Jawabannya, ya. Karena madu mengandung fruktosa yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Namun hal ini bisa Anda antisipasi dengan rajin menyikat gigi anak agar tidak ada madu yang tertinggal di sela-sela gigi. Selain itu jangan sampai anak tertidur tanpa membersihkan gigi setelah meminum madu karena proses pembusukan gigi dapat terjadi ketika tidur.

2. Apa dampak buruk kesehatan terlalu banyak mengonsumsi madu pada anak usia 16 bulan?

Secara tidak langsung, tidak ada dampak buruk, dengan kata lain tidak akan timbul penyakit tertentu. Namun mengingat madu itu manis dan dapat mengenyangkan, anak bisa berisiko malas makan makanan utama (nasi, lauk pauk, dan sayur-sayuran). Bila ini terjadi maka berat badannya dapat rendah dan berisiko terjadi stunting. Sebaiknya madu hanya dijadikan selingan, misalnya 1x sehari saja dan tidak menjadi pengganti susu. Sebab kandungan gizi keduanya jelas berbeda. 

3. Alternatif ASI?

Anda bisa memberikan anak Anda susu formula bila memang asupan ASI sudah tidak mencukupi. Sebenarnya untuk anak di atas usia 1 tahun, asupan gizi utamanya didapat dari makanan utama yang bermacam-macam. Oleh sebab itu berikanlah anak makanan yang sangat beragam agar macam-macam gizi tercukupi. Namun asupan kalsium pada susu sangat tinggi dan sulit tergantikan oleh sumber makanan lain. Memang tetap ada makanan mengandung kalsium, misalnya brokoli, namun kadar kalsium didalamnya tidak setinggi susu. Produk susu lainnya juga tinggi kalsium, misalnya butter dan keju. Selain kalsium, susu juga tinggi protein, lemak, yang tidak dimiliki oleh madu. Maka kami sarankan bila Anda mencari alternatif ASI, jangan diganti dengan madu, namun gantilah dengan susu formula.

Susu formula juga mengandung gula, sehingga setelah meminumnya maka pastikan gigi anak dibersihkan. Ketahuilah bahwa ASI sendiri juga mengandung gula, sehingga anak tetap harus dibersihkan giginya sebelum tidur.

4. Menambah produksi ASI?

Produksi ASI akan bertambah bila asupan cairan ibu banyak, maka ibu harus banyak minum air putih. Kondisi stres dan kelelahan juga dapat mengurangi produksi ASI ibu. Selain itu, bila sering-sering di hisap anak, maka dengan otomatis produksi asi juga akan bertambah. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

03 Dec 2018, 14:15 WIB