Sperma Keluar Dari Vagina, Apakah Menghambat Kehamilan?

Info Penanya, wanita 32 Tahun

Hello dokter,.. Saya baru sebulan lebih menikah dan ingin melanjutkan program hamil.. Tapi setiap selepas berhubungan setiap penis suami saya ditarik keluar sperma pun ikut meluruh keluar padahal sperma tidak encer.. Dan apakah masalah ini akan menunda kehamilan saya.. Tolong saran apa yg harus kami lakukan.. Terima kasih..

05 Jan 2019, 00:15 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Cairan ejakulasi yang keluar lagi lewat vagina setelah melakukan hubungan sangat wajar terjadi dan hal tersebut tidak mempengaruhi potensi terjadinya kehamilan selama sperma yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan jumlah yang cukup. Pada saat ejakulasi, seorang pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml yang terdiri dari cairan mani dan sperma. Sperma yang berukuran mikroskopik dapat masuk ke rahim melalui mulut rahim sedangkan sisa cairannya akan tertinggal di dalam vagina. Apabila cairan ejakulasi keluar dari vagina sesaat setelah melakukan hubungan seksual atau pada pagi harinya, hal tersebut masih wajar terjadi karena cairan ejakulasi tidak diserap dan akan keluar sebagian. Sebaiknya setelah selesai berhubungan, Anda dapat mempertahankan posisi berbaring dengan dialaskan bantal selama 5-10 menit agar cairan mani tidak langsung keluar.

Untuk mendapatkan keturunan, Anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturuanan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan Anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi. 

Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah: berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi keringkurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang, vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut, endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim, infeksi pada vagina, luka pada vagina, infeksi pada serviks (mulut rahim), sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul.

Beberapa saran yang dapat kami berikan untuk mencegah berulangnya kejadian tersebut antara lain : lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka. Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin istri anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah saat ini.Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang berbahan dasar air.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

05 Jan 2019, 00:15 WIB