Keputihan Berwarna Coklat

Info Penanya, wanita 19 Tahun

selamat malam dok . saya mau bertanya bulan april2018 saya mengalami keguguran setelah itu kuret setelah kuret saya mengalami keputihan upnormal yang berwarna putih cair,putihsusu,kuning,sampai bercak coklat . saya sudah pernah ke dokter speisalis kanker Di Dr.Hermien Hadiati (surabaya) saya sudah di pap smear tapi hasil lab menyatakan bahwa saya hanya infeksi ringan setelah minum obat dari dokter obatnya habis saya tetap keputihan tapi saya biarkan sampai baru kemarin kamis saya ke balai pengobatan (gereja pantekosta pusat surabaya) saya hanya dikasih obat diminum smpai habis 5hari .. sampai skrg saya minum obat juga tapi tetap klr bercak coklat dengan putih kira" kenapa ya dok? apa saya harus bertindak cepat kerumahsakit terimakasih dok..

07 Jan 2019, 08:50 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terima kasih telah mempercayakan permasalahan kesehatan Anda kepada Kami.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sekilas izinkan kami menjelaskan mengenai keputihan.  

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri. Keputihan yang abnormal memiliki ciri-ciri berwarna putih susu, keabuan, hingga kehijauan,colat), berbau, jumlah banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, nyeri buang air kecil). 

Jika keputihan termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam, yang bukan tidak mungkin menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan. Namun secara langsung, keputihan tidak terkait dengan kemunduran siklus haid. Berikut adalah tambahan gaya hidup yang baik untuk menghindari timbulnya keputihan abnormal:

Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Untuk saat ini, kami sarankan agar Anda menghabiskan dulu obat yang telah diberikan pada Anda. Setelah obatnya habis, kembalilah kontrol pada dokter yang memberikan obat sehingga dokter mengetahui apakah pengobatan yang diberikan harus ditambah/ diganti. 

Demikian penjelasan yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat.

07 Jan 2019, 08:50 WIB