Pusing, Mual dan Tidak Nafsu Makan

Info Penanya, pria 30 Tahun

Assalamualaikum dokter,saya mau nanya bapak saya sedang sakit mual,pusing, tidak mau makan lebih dari seminggu kira" terkena penyakit apa ya?? Orangnya kebiasaan merokok dan konsumsi jamu warung. Dan bagaimana cara mengobatinya,bolak balik masuk rumah sakit kok tgak sembuh sembuh. Sekian terima kasih

07 Jan 2019, 08:50 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami menduga ayah Anda mengalami penyakit dispepsia, atau yang sering disebut dengan maag.

Apakah ayah Anda sering terlambat makan/makan tidak teratur? Apakah keluhan berhubungan dengan terlambat makan atau makan kekenyangan? Bila jawabannya ya untuk pertanyaan di atas, maka kemungkinan besar, kebiasaan itu membuat sakit maag kambuh. Rasa panas, perih di perut; mual; sakit ulu hati merupakan keluhan khas untuk sakit maag. Sakit maag perlu dikontrol dengan pola hidup yang sehat agar tidak kambuh karena memang biasanya tidak dapat hilang sepenuhnya tapi dapat dikontrol.

Stress dapat juga memberikan keluhan seperti di atas. 

Sangat mungkin juga,  ayah Anda mengalami kelelahan dan masalah dengan stamina. Hal ini juga dapat memicu sakit maag. Bagaimana dengan pola kehidupan? Apakah cukup berisitirahat? Apakah rutin berolah raga? Bagaimana dengan beban pekerjaan? 

Untuk mendapatkan stamina yang baik kami sarankan ayah Anda cukup berisitirahat, makan makanan dengan gizi seimbang dan mencoba mengurangi stress.

Untuk mendapatkan kondisi yang sehat dan fit, ayah Anda perlu untuk menjalankan pola hidup sehat dengan: 

1.    Makan teratur (3x/hari)

2.    Istirahat cukup (tidur dan bangun teratur, tidak bergadang)

3.    Olahraga (3-4x/minggu, @30 menit)

4.    Tidak merokok

5.    Bila memiliki maag maka kurangi makan pedas, asam, dan kopi

6.    Jalani hidup dengan santai dan hindari stres

Saat ini, tanpa pemeriksaan langsung dan pemeriksaan tambahan seperti laboratorium, sulit bagi kami untuk memastikan kondisi yang terjadi pada ayah Anda. Kami sarankan agar ayah Anda kembali kontrol ke dokter yang sempat memberikan obat, sehingga dokter dapat mengganti/ menambah obat yang lain.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

 

07 Jan 2019, 08:50 WIB