Pusing, Mual, dan Sembelit

Info Penanya, wanita 21 Tahun

Selamat siang dok, saya mau tanya sudah 3 hari ini saya sering panas dingin, kepala pusing, perut sakit, sembelit, diare, muntah² juga, kalau di isi makanan perut makin tambah sakit. Menurut dokter saya ini terkena penyakit apa? Mohon di jawab ya dok. Terimakasih

25 Jan 2019, 11:17 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi di Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan sulit buang air besar (sembelit) dalam dunia kedokteran disebut juga dengan konstipasi. Yang disebut konstipasi adalah apabila buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu dan disertai dengan konsistensi kotoran/tahi/feces yang keras. Kotoran yang keras saat buang air besar dapat menimbulkan sensasi nyeri pada anus. Buang air besar yang tidak tuntas dapat  pula memberikan rasa tidak nyaman pada daerah sekitar anus. BAB tidak lancar memang dapat menjadi sumber kekhawatiran tersendiri karena menyebabkan rasa tidak nyaman dan gelisah. 

Bagaimana dengan frekuensi buang air besar Anda? Bila < dari 3 kali dalam seminggu maka Anda mengalami konstipasi atau sembelit. Faktor risiko konstipasi mencakup minum yang kurang (orang normal minum 2-3 liter/hari), kurang makan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan aktivitas fisik yang kurang (sedentary life).

Untuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal berikut :

  • Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya  jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung
  • Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
  • Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinjaJangan menunda dilakukannya BAB.
  • Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah dulcolax. Dulcolax berfungsi sebagai stimulasi kontraksi ritmik di usus.

Karena keluhan BAB Anda disertai dengan mual muntah dan diare, kami sarankan Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan demikian, penyebab keluhan Anda dapat  segera diketahui dan Anda akan mendapat tatalaksana yang optimal. Dokter Anda mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan untuk menunjang diagnosis seperti pemeriksaan darah, USG, Foto Polos Abdomen atau pemeriksaan lain yang diperlukan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam

25 Jan 2019, 11:17 WIB