Sifilis Menyebabkan AIDS?

Info Penanya, wanita 20 Tahun

Dok sya mau tanya, pasangan sya pernah mengidap sifilis apakah itu berkemungkinan besar terserang HIV? Dan sya takut untuk memeriksakan apakah sya terkena hiv dok

30 Jan 2019, 10:56 WIB
dr. Dyan Mega Inderawati
dijawab oleh: dr. Dyan Mega Inderawati

Terima kasih telah bertanya tentang Sifilis Menyebabkan AIDS melalui fitur Tanya Dokter

Mohon maaf atas keterlambatan kami menjawab pertanyaan Anda. Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis ditularkan melalui kontak seksual dengan lesi terinfeksi, dari ibu ke anak dalam rahim, melalui transfusi darah, dan sangat jarang sekali melalui luka di kulit yang terkena dengan luka sifilis.

Sifilis dibagi menjadi sifilis primer, sekunder dan latent. Sifilis primer terjadi 3 minggu setelah kontak dengan penderita. Gejala yang muncul adalah luka pada kelamin disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Luka yang muncul biasanya satu luka dapat besar atau kecil. Sifilis sekunder terjadi 2 - 10 minggu setelah luka pada kelamin dan dapat melebar 3 - 4 bulan setelah infeksi. Luka pada sifilis sekunder ini menyebar ke seluruh tubuh dimana bentuk luka tersebut adalah merah-merah terkadang disertai perasaan mual, nyeri dan lemas.

Bentuk sifilis ini dapat menyebar ke otak dan menyebabkan kematian. Bentuk latent dapat timbul setelah 25 tahun terinfeksi, gejala yang dapat muncul dapat berentuk sifilis jenis primer ataupun sekunder yang dapat menginfeksi otak dan menyebabkan kematian. 

Pada umumnya di laboratorium terdapat 2 macam pemeriksaan untuk sifilis (pemeriksaan antibodi):

  • Untuk skrining: VDRL (Venereal Disease Research Laboratories) dan RPR (Rapid Plasma Reagin)
  • Untuk diagnosis: FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption test)  dan TP-PA(Treponema pallidum Particle agglutination assay)

Pengobatan sifilis adalah dengan pemberian antibotik. Terapi definitifnya adalah dengan penisilin G benzatin yang disuntikan secara intramuskular (pada otot). Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup yang juga diperlukan adalah menghindari aktivitas seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman(kondom), hal tersebut juga diperlukan untuk menghindari tertular kembali penyakit yang sama.

Penyakit sifilis berbeda dengan HIV/AIDS, meskipun keduanya merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual namun keduanya merupakan penyakit yang berbeda. HIV/AIDS disebabkan oleh infesi virus sedangkan sifilis disebabkan oleh bakteri seperti yang sudah kami jelaskan di atas.  Jika seseorang terinfeksi oleh virus HIV/AIDS maka akan menyebabkan kekebalan tubuh penderita sehingga risiko terinfeksi suatu penyakit lebih besar. Penderita HIV/AIDS memang dapat tertular pula oleh Sifilis, namun tidak semua pasien HIV/AIDS juga mengalami sifilis dan sifilis bukanlah penyebab HIV/AIDS.

Namun diagnosa suatu penyakit dan pemberian terapi harus berdasarkan hasil wawancara medis, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang (bila diperlukan). Oleh karena itu untuk lebih lengkapnya Anda dapat mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin. Tidak perlu malu untuk berobat, karena penyakit sifilis harus segera diobati. Jika tidak komplikasi akibat sifilis akan mengenai organ tubuh lainnya. 

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Sifilis Menyebabkan AIDS. Semoga bermanfaat.

30 Jan 2019, 10:56 WIB