Mencret Setelah Makan

Info Penanya, wanita 20 Tahun

Dok setiap pagi kan saya sarapan nasi kuning, setelah makan nasi pasti perut terasa sakit dan mules tak tertahankan hingga rasanya ingin segera ke wc dan kadang malah jd memcret gt huhu itu terjadi tiap hati setelah sarapan. Pernah aku coba setelah makan langsung minum obat progmah ttp aja sakit dan harus ke wc. Mohon Solusi dan saran nya ya dok?

12 Feb 2019, 21:44 WIB
dr. Dyan Mega Inderawati
dijawab oleh: dr. Dyan Mega Inderawati

Terima kasih telah bertanya tentang Mencret Setelah Makan melalui fitur Tanya Dokter

Mohon maaf atas keterlambatan kami menjawab pertanyaan Anda. Kami memahami ketidaknyamanan yang Anda rasakan. Sebelumnya, cobalah untuk mencari tahu penyebabnya dengan mengingat kembali makanan yang Anda makan sebelumnya. Jika memang Anda selalu diare setelah makan nasi kuning, perlu dipertanyakan lebih jauh tentang kebersihannya, apakah terdapat sambal atau rasa pedas?

Keluhan perut mulas atau mencret juga dapat dicetuskan oleh:

  • Merokok. Merokok dapat membuat katup antara perut dan kerongkongan menjadi lemah, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan hingga muncul sensasi terbakar pada kerongkongan dan menyebabkan rasa mulas di perut.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Mengkonsumsi obat antinyeri nonsteroid, antibiotik dan golongan obat lainnya dapat memicu mulas hingga mencret.
  • Suplemen minyak ikan. Minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk mengelola penyakit jantung, depresi, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya. Namun, asam lemak omega-3 juga dapat menyebabkan perut mulas.
  • Keracunan makanan. Umumnya juga disertai gejala lain seperti muntah, sakit kepala, dan beberapa gejala yang mengancam nyawa meliputi gangguan pada fungsi neurologis, hati dan ginjal.

Agar perut lebih tenang dan rasa sakitnya berkurang, konsumsilah makanan yang bersahabat dengan kondisi perut Anda, dan jauhkan segala macam makanan dan minuman yang dapat menyebabkan perut sakit. Berikut adalah cara memilih makanan yang sehat bagi perut.

Perhatikan Kebiasaan MakanJika Anda mengalami sakit perut setelah makan, ubahlah jenis makanan yang dikonsumsi dan kebiasaan Anda makan. Santaplah makanan ringan seperti buah atau roti saat sarapan. Bukan makanan berat seperti nasi lengkap dengan lauk pauknya.?Hindari makan 2-3 jam sebelum tidur. Berbaring pada saat perut penuh dapat menekan lower esophageal sphincter Anda, yaitu untuk menjaga asam lambung dari makanan dan datang kembali ke kerongkongan.

Isi Perut dengan Serat yang CukupMengonsumsi makanan dengan banyak serat sangat baik untuk pencernaan. Untuk usus yang sehat, Anda memerlukan berbagai serat seperti roti gandum, beras merah, buah, sayur, dan kacang-kacangan. Beberapa orang tidak cocok dengan sereal dan biji-bijian karena dapat menyebabkan kembung dan iritasi pada usus besar. Jika itu yang terjadi, konsumsilah serat dari buah dan sayuran sebagai gantinya.

Konsumsi Banyak CairanPenting sekali bagi Anda untuk terus mengonsumsi air, khususnya air putih. Hal itu baik dilakukan karena dapat melancarkan pencernaan dan sistem pembuangan. Serat bekerja seperti spons, menyerap air. Konsumsilah banyak air. Minumlah setidaknya dua gelas air putih sebelum dan setelah makan. Hindari kafein karena dapat menyebabkan perut mules.

Perhatikan KomposisiJika makanan pedas membuat perut Anda panas, sakit perut atau bahkan diare, hindarilah. Beberapa orang juga tidak cocok dengan makanan tertentu. Makanan asam seperti tomat, jeruk dan minuman bersoda dapat memicu rasa sakit pada perut. Jika Anda tidak bisa mencerna laktosa (gula dalam susu), yang terjadi adalah perut menjadi kembung dan diare setelah minum atau makan produk yang mengandung susu. Seperti krim, keju, yoghurt dan cokelat susu.

Pilih Minuman yang TepatMeminum minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda dapat meningkatkan asam pada lambung dan menyebabkan sakit perut pada beberapa orang. Untuk mengurangi masalah pencernaan, pilihlah minuman yang tidak bersoda dan tidak mengandung kafein. Seperti teh herbal, dan air putih. Jika Anda harus mengonsumsi teh atau kopi, batasi asupannya. Satu atau dua cangkir per hari sudah cukup.

Jika keluhan Anda berulang, memberat, atau disertai gejala tambahan, kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter umum agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik diagnostik yang diperlukan.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Mencret Setelah Makan. Semoga bermanfaat.

12 Feb 2019, 21:44 WIB