Mengatasi Mata Minus dan Silinder

Info Penanya, pria 23 Tahun

Dok, saya kemarin cek mata di optik kaca mata, dan di dapat hasil mata saya silinder 1 dan minus kanan 1 dan kiri 1.5 Apakah harus memakai kacamata Atau masih bisa di tangani dengan terapi supaya berkurang silinder dan minusnya.

12 Feb 2019, 21:43 WIB
dr. Dyan Mega Inderawati
dijawab oleh: dr. Dyan Mega Inderawati

Terima kasih telah bertanya tentang Mengatasi Mata Minus dan Silinder melalui fitur Tanya Dokter

Mohon maaf atas keterlambatan kami menjawab pertanyaan Anda. Mata minus atau Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina. Pada dasarnya, progresivitas rabun jauh akan menjadi stabil mulai usia 20 tahun, artinya minus tidak akan bertambah, atau kalaupun bertambah hanya sedikit.

Koreksi mata miopia dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak. Untuk mencegah penambahan minus, sebaiknya pasien juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 - 45 cm dengan cahaya yang cukup, mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer, serta makan makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Sedangkan satu-satunya cara untuk mengurangi minus dengan tindakan medis adalah dengan melakukan pembedahan pada kornea mata, yaitu dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (LASIK).

Hal yang serupa juga berlaku sama dengan kelainan astigmatisme.

Silindris disebut juga astigmatisme, merupakan kelainan refraksi pada kornea atau lensa mata. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea atau lensa mata tidak seragam.

Kelainan reftaksi pada astigmatisme menyebabkan banyangan jatuh tidak pada satu titik, akhirnya menyebabkan benda tampak kabur. Hal ini terjadi karena kelengkungan kornea atau lensa yang tidak simetris seperti bola.

Penyebab dari astigmatisme masih belum diketahui namun belum ada yang menyebutkan bahwa penyakit ini adalah penyakit genetik. Kelainan refraksi ini dapat dikoreksi dengan lensa silindris atau dengan pembedahan mata seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Mata minus selain dipengaruhi oleh faktor genetik bentuk bola mata juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti yang telah dipaparkan di atas. Kecepatan terjadinya minus juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Mengatasi Mata Minus dan Silinder. Semoga bermanfaat.

12 Feb 2019, 21:43 WIB