Nyeri Perut dan Sakit Saat Bernafas

Info Penanya, wanita 17 Tahun

Sore dok. Umur saya 17 tahun. Keluhan saya sakit perut. Awalnya mulas tapi tidak ingin BAB. Setelah sy minum air hangat, ternyata mencret. Lalu sy coba minum diatabs, mencretnya berhenti, tetapi nyeri perut (serasa seperti tertusuk, diremas, diinjak) tak kunjung hilang. Lalu sy minumamoxcillin. Tetapi tidak reda juga. Besoknya sy dikasi obat magh, karena emang sy punya magh. Rasa sakit tak bisa hilang. Lalu malamnya sy ke rumah sakit dengan tensi 135/83, dokter bilang sy magh, dapet suntik dan obat lalu pulang. Ternyata malamnya rasanya semakin parah. Besoknya saya kerumah sakit lagi, dengan tensi 94/73 dengan suhu 38.4, cek darah dan urin dokter bilang infeksi saluran kencing. Saya mencoba mencari tahu gejala sakit ISK seperti apa, tetapi saya tidak merasakan gejalanya, kencing sy lancar dan tidak sakit, bagian perut yg sakit, dari tengah ke atas, bahkan tidak nyeri pinggang. tetapi hingga sekrang rasanya tak kunjung reda, malah semakin sakit hingga ke dada bahkan tulang dada belakang terasa sakit jika saya bernafas. Pertanyaan saya, bisakah salah diagnosa jika sudah cek darah dan urin? Dan apakah ada solusi untuk sakit perut sy dok?

15 Feb 2019, 20:38 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah bertanya seputar sesak akibat asam lambung melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD
  • Berhenti merokok
  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.
  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.
  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.
  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:nitrat, anti-kolinergik, antidepresan tricyclic, NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb), kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronate
  • Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi.

Selain paru dan perut, penyakit jantung juga dapat menyebabkan keluhan sesak nafas. Sebaiknya singkirkan juga kemungkinan sesak yang disebabkan oleh jantung.

Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, saya menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai sesak akibat asam lambung. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

15 Feb 2019, 20:38 WIB