Susah tidur, insomnia?

Info Penanya, pria 24 Tahun

Dokter. Saya kena insomnia parah, ini di akibatkan pola hidup saya dok. Dulu saya kerja masuk malam pulang subuh selama 4th. Akhirnya saya memutuskan resign. Namun sampai sekarang insomnia nya belom ilang juga. Apakah ada obat insomnia? Jika ada, merek nya apa? Terimakasih dokter.

19 Feb 2019, 00:38 WIB
dr. Melyarna Putri
dijawab oleh: dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Keluhan sulit tidur yang Anda alami secara medis disebut sebagai insomnia. Insomnia adalah kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur. Insomnia adalah sebagian dari gangguan tidur, tetapi keluhan ini adalah keluhan yang paling sering dari gangguan tidur.

Sebelumnya harus Anda ketahui bahwa terdapat beberapa faktor penyebab gangguan tidur, seperti faktor predisposisi psikologis dan biologis, penggunaan obat-obatan dan alkohol, faktor lingkungan dan kebiasaan buruk. Faktor-faktor tersebut jarang berdiri sendiri. Sebagai contoh adalah faktor fisis tertentu yang dapat memicu timbulnya masalah psikologis, begitupun sebaliknya. Faktor psikologis juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat sehingga membuat kondisi fisis senantiasa siaga seperti saat cemas, tegang, atau stres. Pada kasus Anda, kemungkinan insomnia disebabkan oleh jam tidur yang berubah-ubah karena harus bertugas shift malam.

Pengobatan insomnia lebih menekankan pada pengobatan non medis dibandingkan dengan obat-obatan. Terdapat beberapa hal yang perlu Anda terapkan:

Hindari memegang handphone, menonton TV, atau sejenisnya di tempat tidur. Mulailah berbaring di tempat tidur hanya saat Anda sudah akan memejamkan mata.Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein saat sore hingga malam hariBiasakan diri untuk berolahraga teratur, tidak merokok, hindari konsumsi alkohol,narkotik, dsb.Matikan lampu dan gelapkan kondisi kamar saat akan tidur. Hindari penggunaan obat tidur, terutama tanpa anjuran dokter. Obat tidur hanya efektif untuk sementara dan penggunaan yang berlebihan justru akan membuat penurunan efektivitas obat tersebut. Terapi terbaik adalah dengan mengatasi penyebabnya, bukan gejala. Selama penyebab yang mendasari masih ada, Anda akan terus mengalami gangguan tidur. Sebaiknya anda hentikan penggunaan obat yang biasa anda konsumsi, karena kandungan dari obat tersebut dapat menyebabkan ngantuk.Relaksasi, Buat diri serileks mungkin, seperti dengan meditasi, yoga, atau menggunakan aromaterapi.Jika memiliki masalah psikologis, cobalah untuk menerima dan menghadapinya.Dengan menerapkan beberapa hal di atas, diharapkan sudah dapat mengatasi keluhan sulit tidur yang Anda alami. Tetapi tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter secara langsung untuk mengetahui apakah ada masalah pada fisik yang mendasari penyebab dari susah tidur pada Anda.

Semoga bermanfaat.

19 Feb 2019, 00:38 WIB