Anak Diare Saat Memulai MPASI

Info Penanya, pria 21 Tahun

Dok sya mau tanya Bayi sya umur 5 bulan. Saya beri mpasi cerelac bubur susu rasa pisang . Setelah mengomsumsi mpasi 2 hari dengan porsi kecil bayi saya mencret sedikit sedikit dok. Berwarna hijau dan berlendir. Sekarang sdah syaberhentikan mpasinya. Dan fokus ke asi. Tapy mencretnya gak sembuh2 hampir 8 harii ini. Anak nya ya gak rewel. Ya aktif bermain Sehari hampir 4 kali dok. Minta saranya. Sekian dok

06 Mar 2019, 21:38 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Pemberian MPASI (makanan pendamping ASI) pada anak memang harus dilakukan secara bertahap. Dimulai dari yang paling halus sampai dengan pengenalan makanan padat seperti nasi atau biskuit. Anak mulai diperkenalkan kepada MPASI saat ia menginjak usia 6 bulan setelah melewati periode pemberian ASI eksklusif sampai dengan usia 6 bulan. MPASI yang pertama kali diberikan umumnya disarankan bubur susu serta buah. Masing- masing menu MPASI sebaiknya diberikan sebagai rasa tunggal. Rasa tunggal ini berguna untuk perkenalan rasa murni pada bayi serta mengindentifikasi apakah terjadi reaksi seperti alergi atau diare ketika mengkonsumsi bahan makanan tersebut. Misalnya diberikan pure pisang, lakukanlah selama 3 hari berturut- turut. Lihatlah apakah terjadi reaksi karena pemberian pisang tersebut seperti alergi, diare atau bahkan konstipasi. Bila terjadi salah satu reaksi tsb, sebaiknya bahan makanan yang bersangkutan dihindari untuk sementara waktu dan diperkenalkan kembali setelah bayi lebih besar. Bagaimana dengan bayi Anda? apakah setelah diare tersebut masih mengkonsumsi bahan makanan yang dicurigai menyebabkan diare? Diare adalah perubahan pola buang air besar anak lebih dari 3x/ hari dengan konsistensi cair. Bila konsistensinya tidak cair, bisa jadi bukan diare. Terkadang di awal MPASI pola buang air besar bayi masih seperti bayi dengan ASI saja, dimana frekuensi buang air besarnya masih sering. Bila tidak terjadi perubahan konsistensi kotoran maka Anda tidak perlu khawatir.

Bila memang terjadi diare pada bayi Anda, bisa jadi diare tsb juga tidak ada kaitannya dengan MPASI yang dikonsumsinya. Diare pada anak memang biasanya paling sering disebabkan karena rotavirus yang mengeluarkan toxin sehingga menyebabkan diare. Diare terjadi juga sebagai salah satu mekanisme untuk pengeluaran toxin tersebut dari saluran pencernaan (usus). Dan  diare ini akan membaik dengan sendirinya.

Yang perlu diperhatikan selama diare dan muntah-muntah terjadi adalah menjaga agar tidak terjadinya kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi). Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan elektrolit, jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus.

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

06 Mar 2019, 21:38 WIB