Sering Merasa Cemas

Info Penanya, pria 32 Tahun

Saya sering tiba2 merasakan badan saya merasa gemetaran dengan diikuti rasa was-was seperti ketakutan dan melayang-layang, keringat dingin, nafas menjadi pendek, telapak tangan berkeringat, lalu merasa mules sehingga ingin BAB, dan sering sendawah. Kira2 kenapa ya dok?

13 Mar 2019, 15:30 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terimakasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk bertanya tentang cemas berlebihan.

Kami turut prihatin akan kondisi Anda.

Dari yang Anda jabarkan sepertinya mengalami gangguan cemas berlebihan yang sangat berdampak pada kondisi fisik dan kejiwaan Anda.

Cemas/kecemasan adalah perasaan gelisah, khawatir atau takut. Kecemasan dalam kadar tertentu (sedikit) dapat membantu, misalnya ketika Anda cemas sebelum ujian, hal itu akan membuat Anda lebih waspada/siaga sehingga performa akan lebih baik. Tetapi kecemasan yang terlalu banyak akan membuat Anda lelah dan sulit berkonsentrasi.

Kecemasan memiliki gejala psikologis dan fisik. Gejala psikologis termasuk:

Hampir selalu merasa khawatir atau gelisahSulit tertidur sehingga merasa lelahSulit berkonsentrasiMenjadi mudah marahMenjadi sangat waspada/siagaMerasa di ujung tanduk/tidak bisa rileksSeringkali membutuhkan penghiburan dari orang lain Merasa sedihKetika Anda cemas, tubuh akan mengeluarkan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini menimbulkan gejala fisik kecemasan, seperti peningkatan laju jantung dan berkeringat. Gejala lain yaitu:

Jantung berdebar-debar dan menyentakBernafas lebih cepatIrama jantung tidak teraturMerasa sakitNyeri dadaSakit kepalaBerkeringat berlebihanKehilangan nafsu makanRasa melayang seperti mau pingsanSering merasa ingin BAKRasa seperti ada yang menggelitik di dalam perutKetegangan otot-ototApabila gejala-gejala kecemasan ini sudah dialami dalam jangka waktu yang panjang (>2 bulan), kemungkinan besar Anda mengalami gangguan cemas.

Selengkapnya dapat Anda baca di sini: Apakah Saya Mengalami Gangguan Cemas?.

Gangguan cemas dapat diatasi dengan maupun tanpa obat-obatan. Penggunaan obat-obatan harus atas indikasi dokter yang menangani.

Bila kondisi ini sangat mengganggu kualitas hidup Anda, kami sarankan Anda mengunjungi psikiater atau psikolog untuk konsultasi lebih lanjut. Dokter akan membantu Anda dengan mendengarkan keluhan Anda dan membantu Anda mencari penyelesaian untuk masalah Anda. Anda juga dapat mencoba beberapa tips berikut untuk mengurangi kecemasan yang dialami:

Cobalah untuk menarik napas dalam dan perlahan-lahan saat seranganIngatkan diri Anda bahwa Anda tidak sedang dalam keadaan bahayaCobalah untuk membiasakan diri menghadapi hal-hal yang menjadi sumber ketakutan Anda, hingga Anda dapat mengontrol perasaan takut tersebutCarilah hobi yang mampu membuat Anda melupakan kecemasan

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai sering cemas. Semoga bermanfaat. Salam. 

13 Mar 2019, 15:30 WIB