Cara Mengatasi Keputihan Berbau

Selamat pagi mbak Saya ingin bertanya produk resik V yang cocok untuk saya Saya ada keputihan, bau dan hitam pada daerah kewanitaan, selalu gatal pada daerah kewanitaan Produk yang cocok sama saya apa ya mbak? Soalnya saya sudah ber rumah tangga, jadi malu sama suami apa bila hitam dan bau pada daerah kewanitaan

Lihat Selengkapnya
pria, 27 Tahun22 Mar 2019, 08:19 WIB

dr. Dyan Mega Inderawati

Dijawab oleh:

dr. Dyan Mega Inderawati

Terima kasih telah bertanya tentang Cara Mengatasi Keputihan Berbau melalui fitur Tanya Dokter

Mohon maaf atas keterlambatan kami menjawab pertanyaan Anda. Pada dasarnya, vagina memang memiliki bau khas tersendiri, dan hal ini normal. Namun, ada pula bau vagina yang menandakan suatu kelainan yang perlu menjadi perhatian bagi Anda.

Bau vagina yang tidak sedap dapat disebabkan oleh timbulnya keringat dan kurangnya perawatan kebersihan area kewanitaan. Meski memang tidak boleh terlalu sering menggunakan sabun, ada baiknya Anda juga tetap membersihkan area kewanitaan secara teratur dengan air bersih.

Selain bau vagina yang tidak sedap, masalah yang kerap dialami wanita adalah keputihan yang berbau.

Pada saat-saat tertentu (ovulasi, menjelang menstruasi, dan lainnya), adalah hal yang normal bagi seorang wanita untuk mengalami keputihan. Namun, apabila cairan vagina berbau, misalnya beraroma amis atau sengit, Anda perlu curiga ada sesuatu yang tidak beres pada diri Anda.

Keputihan yang berbau umumnya disebabkan oleh infeksi, yaitu vaginosis bakterialis dan trikomoniasis. Berikut penjelasannya:

  • Vaginosis bakterialis. Vaginosis bakterialis adalah salah satu penyebab cairan vagina yang berbau amis. Kelainan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan pH dalam vagina. Vagina memiliki banyak bakteri “baik” dan beberapa bakteri “jahat”. Jenis yang baik ini membantu mengendalikan pertumbuhan jenis yang buruk. Pada wanita dengan vaginosis bakterialis, keseimbangan tersebut terganggu. Beberapa hal yang dapat mengacaukan keseimbangan vagina adalah terlalu sering membersihkan vagina, perubahan kadar hormon, penggunaan antibiotik, hubungan seksual, serta kehamilan dan menyusui. Ketika terjadi ketidakseimbangan pH, koloni kuman kokobasil bertambah sehingga menyebabkan keluarnya keputihan yang banyak, encer, dan berwarna putih keabu-abuan. Cairan vagina pun berbau amis, seperti bau ikan, yang terutama dirasakan setelah berhubungan intim. Meski pada umumnya vaginosis bakterialis tidak menimbulkan gejala, terkadang infeksi ini dapat memunculkan sensasi panas ketika buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Trikomoniasis. Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang juga dapat mengakibatkan keputihan berbau. Infeksi ini disebabkan oleh parasit trikomonas, yang dapat menimbulkan keputihan kuning kehijauan yang berbusa serta berbau busuk. Wanita yang menderita trikomoniasis kerap mengeluhkan nyeri ketika buang air kecil dan berhubungan intim. Selain itu, trikomoniasis pun dapat menyebabkan peradangan leher rahim. Seperti infeksi menular seksual lainnya, salah satu cara untuk menurunkan risiko trikomoniasis adalah dengan menggunakan kondom dengan benar setiap kali berhubungan seksual.  

Cegah keputihan abnormal

Keputihan abnormal yang disebabkan vaginosis bakterialis ataupun trikomoniasis memang sangat mengganggu. Untuk mencegahnya, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti: 

  • Jangan mencuci vagina terlalu sering. Bilas sekali sehari dengan air juga sudah cukup, tak perlu dengan sabun pembersih kewanitaan.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun sehingga kulit bisa bernapas.Hindari berhubungan seksual saat Anda masih dalam perawatan untuk infeksi.
  • Hati-hati jika sering bergonta-ganti pasangan seksual. Gunakan kondom agar selalu terlindungi.
  • Bersihkan vagina dari arah depan ke belakang agar kuman dari anus tidak masuk ke vagina.

Vaginosis bakterialis dan trikomoniasis memang tidak “seganas” infeksi menular seksual lain, seperti gonore, sifilis, dan HIV. Namun jika tidak diobati, dapat menimbulkan keadaan yang lebih berat. Karena itu, jangan anggap sepele jika Anda mengeluhkan keputihan yang berbau. Segeralah berkonsultasi kepada dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk produk yang Anda tanyakan, mohon maaf kami tidak dapat menjelasakannya melalui forum ini untuk menghindari bias promosi dan pertentangan dengan etika profesi.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Cara Mengatasi Keputihan Berbau. Semoga bermanfaat.

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Pemakaian Pantyliner Saat Keputihan

Dijawab oleh:dr. Sara Elise Wijono MRes

Keputihan Kental, Berbahayakah?

Dijawab oleh:Klikdokter

Keputihan Saat Hamil

Dijawab oleh:dr. Sepriani Timurtini Limbong

Nyeri Perut & Masalah Keputihan

Dijawab oleh:dr. Devia Irine Putri

Cara Mengatasi Keputihan

Dijawab oleh:dr. Reza Fahlevi

22 KOMENTAR

Avatar
Angelia Thong
1 Tahun Lalu

Qui et sint quibusdam velit. Sed et atque qui vitae eaque hic. Explicabo nisi est reprehenderit nemo molestias qui id.

Avatar
Angelia Thong
1 Tahun Lalu

Dolor facilis laboriosam ratione temporibus laboriosam. Quasi corporis sed quo. Dignissimos recusandae ratione quaerat. Consequatur dolores pariatur molestiae earum aut laboriosam.

Avatar
Angelia Thong
1 Tahun Lalu

Et cupiditate vel quaerat aut. Ipsum explicabo at saepe aut ut saepe. Voluptatum eaque eos rerum modi.

Avatar
Angelia Thong
1 Tahun Lalu

Atque error laborum veritatis quos in sunt fugiat. Magni laborum consectetur ab omnis a voluptatem. Deleniti est quisquam et qui ut saepe. Repudiandae repellendus ducimus eum.

Avatar
Peni sampelan
1 Tahun Lalu

Ea fuga maiores reprehenderit quo ut sequi. Iste reprehenderit asperiores vel velit dolores. Facilis consectetur reiciendis saepe facere et quia. Rerum totam iusto autem.

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk