maag atau GERD

Info Penanya, wanita 20 Tahun

dok, mau tanya saya sudah beberapa hari ini sakit maag disertai dengan muntah-muntah... stelah itu saya pergi ke dokter lalu diberi obat. setelah itu tidak ada perubahan yang sya rasakan, setiap kali makanan masuk langsung dimuntahkan kembali dan nyeri di ulu hati. kira-kira itu gejala maag atau ada penyakit lain ??

20 May 2019, 05:08 WIB
dr. Muhammad Iqbal Ramadhan
dijawab oleh: dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Terima kasih telah bertanya seputar maag atau GERD melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran anda. Jika dari keterangan anda, kemungkinan anda mengalami GERD. Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyakit kronik pada sistem pencernaan. GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke esofagus (kerongkongan). Hal ini dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada esofagus tersebut.

Dalam keadaan normal, makanan seharusnya masuk ke mulut menuju esofagus, lalu masuk ke lambung. Di sana makanan umumnya bertahan selama tiga hingga empat jam untuk dicerna. Namun pada kasus GERD, terdapat suatu kelainan. Makanan yang sudah ditampung di lambung naik kembali ke kerongkongan –atau bisa saja hanya berupa cairan asam lambungnya. Ketika asam lambung atau makanan naik kembali ke kerongkongan, umumnya penderita mengalami sensasi terbakar atau panas di dadanya. Jika mengalami hal ini setidaknya dua kali seminggu, kemungkinan besar Anda menderita GERD.

Gangguan yang cukup berat dan mengganggu aktivitas serta tidur juga bisa menjadi indikasi GERD. Jika tidak ditangani dengan baik, maka dapat timbul komplikasi yang bisa merugikan Anda. Misalnya peradangan pada esofagus (esofagitis) yang dapat menyebabkan perdarahan, luka, tukak, hingga jaringan parut pada esofagus. Jaringan parut ini dapat membuat esofagus menjadi lebih sempit yang selanjutnya akan mengganggu proses menelan. Di antara 10-15% penderita GERD yang berkepanjangan dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius. Salah satunya adalah Barrett’s esofagus yang bisa menjadi kanker esofagus di kemudian hari.

GERD dapat dicegah dengan menyantap makan malam terakhir 3 jam sebelum pergi tidur. Hindari juga konsumsi makanan dan minuman yang dapat memicu GERD. Misalnya makanan pedas, asam, berminyak serta minuman bersoda.Selain itu, berhentilah merokok dan jaga agar berat badan tetap ideal. Jika Anda memiliki masalah dengan kelebihan berat badan, lakukan diet sehat agar Anda terhindar dari GERD. Bila perlu, berkonsultasilah pada ahli gizi. Mengonsumsi makanan dengan porsi yang kecil namun sering juga dapat membantu.

Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat. Pakaian tersebut dapat menekan perut dan sfingter esofagus, sehingga memudahkan terjadinya GERD. Hal ini memang terlihat sepele, namun dapat membantu menghindarkan Anda dari gangguan kesehatan yang bisa merugikan Anda.

Berikut kami lampirkan beberapa artikel sebagai bahan bacaan lain anda.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

20 May 2019, 05:08 WIB