Batuk pilek, alergi, Common Cold, Influenza

Info Penanya, wanita 19 Tahun

Hallo Dok, saya mau nanya. Saya sudah mengalami batuk-batuk hampir lebih dari sebulan. Tapi batuknya itu hanya kambuh, setiap malam atau pagi setelah bangun tidur. Selain itu, terkadang saat batuk saya juga disertai pilek, panas dan pusing. Sekitar dua minggu lalu saya sempat ke klinik dan dokter yang ada di sana memperkirakan kalau ini gejala alergi. Namun, sewaktu dan setelah saya selesai mengkonsumsi obat pun, tidak kunjung sembuh. Sebenarnya saya mengalami penyakit apa yah, Dok?

05 Jun 2019, 08:58 WIB
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti
dijawab oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah bertanya seputar batuk dan pilek menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Sebelumnya saya akan menanyakan beberapa hal, apakah ada keluhan lain yang menyertai selain batuk dan pilek, seperti hidung tersumbat, nyeri tenggorok, suara napas berbunyi 'ngik-ngik' (mengi) atau kesulitan bernapas? dan sebagainya? apakah keluhan dirasakan sepanjang hari atau hanya pada waktu tertentu (malam hari ajh),apakah ada paparan asap rokok atau bau-bau yang kuat? apakah ada kontak dengan binatang peliharaan atau debu? adakah gejala yang memperberat dan memperingan? Apakah ada riwayat alergi pada orang tua atau saudara?

izinkan kami untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai batuk pilek tersebut. Keluhan batuk dan pilek sebenarnya perlu dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Selesma (Common Cold)dan Influenza. Yang pertama disebabkan oleh golongan Rhinovirus (cold virus), dan bergejala lebih ringan daripada yang kedua. Yang kedua disebabkan oleh virus Influenza, dimana batuk dan pilek terjadi lebih lama, disertai dengan demam tinggi dan pegal-pegal atau rasa lemas pada otot. Penyakit ini membutuhkan pengobatan lebih khusus dan terkadang perlu untuk dirawat. Keduanya meskipun memiliki gejala yang hampir sama namun merupakan penyakit yang berbeda. Keduanya disebabkan oleh virus dan ditularkan lewat udara atau kontak langsung lewat droplet saat seseorang bersin, batuk, pilek.

Pada keduanya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Daya tahan tubuh memegang peranan pentingCold virus maupun virus influenza ada di sekitar kita, sehingga infeksi sangat mudah terjadi. Untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi, daya tahan tubuh berguna untuk melawan infeksi. Faktor seperti kehujanan, berenang terlalu lama, kurang tidur, terlalu capai, kedinginan dan lainnya berperan. Ketika daya tahan tubuh kita kurang baik karena istirahat yang kurang, asupan nutrisi kurang seimbang dan kurang olahraga, maka faktor-faktor di atas dapat memperberat infeksi virus yang telah terjadi atau mempermudah terjadinya infeksi. Dapat terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. Jika infeksi virus ini tidak segera sembuh maka dapat terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. Biasanya ditandai dengan dahak atau cairan ingus yang lebih kental, berwarna kehijauan, keluhan yang tak kunjung reda dan lebih lama. Pada infeksi virus influenza yang tidak segera ditangani, penyakit dapat menjadi semakin berat hingga menyebabkan radang paru. Pada tahap ini, diperlukan pengobatan antibiotik untuk proses penyembuhan.
  • Jika dalam 2-3 hari tidak sembuh, perlu mengunjungi dokter Selesma dapat diatasi sendiri dengan pengobatan rumah atau pengobatan bebas untuk mengatasi keluhan. Istirahat dan cairan yang cukup, konsumsi nutrisi bergizi seimbang, sayur serta buah-buahan dapat membantu mempercepat pemulihan. Namun, jika keluhan tidak dapat diatasi sendiri dalam 2-3 hari sebaiknya segera mengunjungi dokter. Terlebih jika ada kecurigaan infeksi virus influenza, maka memerlukan penanganan segera. Jika ada kecurigaan infeksi bakteri sekunder, jangan mengkonsumsi antibiotik sendiri sembarangan. Hal ini sering menyebabkan pengobatan dengan dosis dan lama yang tidak tepat sehingga memicu terjadinya kekebalan terhadap antibiotik. Dapat dicegah dengan cara sederhana,dengan mencuci tangan, dimana hal ini sebagai kunci penting dalam pencegahan segala penyakit, termasuk selesma dan influenza. Dengan menjaga kebersihan dan mencuci tangan, rantai penularan penyakit dapat diputus.

Oleh karena itu untuk memastikan diagnosis, kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter secara langsung guna menentukan penyebab dan penanganan yang paling tepat bagi Anda.

Demikian informasi seputar batuk dan pilek yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.  

05 Jun 2019, 08:58 WIB