Belum Hamil Setelah Menikah 3 Bulan

Info Penanya, pria 25 Tahun

sy pria umur 25 th. Sy sdh menikah 3 bulan lalu, tapi sampe skrg masih blom hamil istriku. Dulu waktu kuliah, ditempat praktek Kultur jaringan dosen sy mengingatkan jika menggunakan Laminar Air Flow (LAF) harus mematikan lampu UV (warna Ungu) jika tidak, bahaya bagi seorang laki2.. katanya bisa steril. Suatu hari ada tmen sy yg lupa buat matikan lampu UV tsb dok, dan kebetulan sy yg praktek di meja LAF tsb, sampe cukup lama diem di tempat tsb. Lalu ktika sy lapor ke dosen yg bilang sperma bisa steril karna lampu uv tadi, pas bilang nggak kok.. gpp katanya.. Jadi sy takut dok.. Apa memang bener ya sinar lampu UV itu bisa membuat sperma steril ?

21 Jun 2019, 15:40 WIB
dr. Devia Irine Putri
dijawab oleh: dr. Devia Irine Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.

Jika usia pernikaha masih 3 bulan dan belum mendapatkan keturunan, hal ini umumnya normal dan tidak masalah. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2009, definisi infertilitas ialah suatu gangguan pada sistem reproduksi yang ditetapkan dengan adanya kegagalan mencapai kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara rutin tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

Untuk mendapatkan keturunan, Anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya jika haid Anda teratur. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan Anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.

Jika haid istri Anda tidak teratur, untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumus Penghitungan Masa Subur:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11 

Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Perlu juga diperhatikan:

  1. Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila ingin hamil.
  2. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control(CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  3. Ketahui masa subur istri Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

Untuk masalah kemandulan tidak hanya disebabkan karena kelainan wanita. Secara statistik, ternyata pria menyumbang angka yang tinggi, yakni sekitar 40% dari jumlah pasangan yang menderita kemandulan. Berbagai hal telah diketahui menjadi risiko untuk terjadinya kemandulan pada pria. Faktor risiko ini dapat menyebabkan gangguan pada kualitas dan jumlah sperma maupun gangguan fungsi pada organ reproduksi. Hal-hal yang menjadi risiko penyebab kemandulan, di antaranya:

  • Usia.
  • Obesitas.
  • Alkohol.
  • Merokok.
  • Stres.
  • Menggunakan pakaian terlalu ketat.
  • Gangguan ereksi.
  • Kelainan pada sperma (jumlah kurang, tidak ada sperma, bentuk sperma abnormal, sperma tidak mampu bergerak)
  • Paparan toksin, radiasi, bahan kimiawi

Demikian informasi yang dapat diberikan, semoga bermanfaat.

Salam.

21 Jun 2019, 15:40 WIB