Telinga Berdenging

Info Penanya, wanita 56 Tahun

sudah 4 bulan ini telinga kiri berdenging terus menerus terkadang smp budeg, sudah konsul ke Sp. THT smp 3 kali dengan dokter yang sama dan 1 kali dg. dokter Sp.THT yang lain, dan sudah di test pendengaran, hasilnya baik tidak ada masalah di telinga, kemudian saya dikonsul ke Sp. Syaraf (neurologi) dan diminta untuk melakukan MRI Otak, hasilnya baik juga, dan selama rawat jalan saya tidak diberikan obat apapun. Yang saya tanyakan apakah penyakit saya tidak bisa disembuhkan atau saya harus ke dokter spesialis di RS mana yang dapat membantu solusi penyembuhan. Saya mukim di Tangerang, kantor di Jakarta. Tks atas saran dan perhatian tim dokter..

27 Jun 2019, 09:21 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terimakasih telah bertanya tentang telinga berdengung melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah ada keluhan lain seperti gangguan pendengaran, keluar cairan dari telinga, demam, telinga kemerahan, bengkak, atau lainnya? Kemungkinan apa yang Anda rasakan adalah Tinnitus. Tinnitus sendiri berarti suara berdenging atau berdengung, atau jenis suara lain yang berasal dari kepala atau telinga tanpa keterlibatan sumber eksternal.

Tinnitus bukanlah penyakit namun suatu gejala dan sebaiknya segera dicari penyebabnya. Terdapat dua jenis tinnitus, sebagai berikut:

Tinnitus Subjektif : hanya dapat didengar oleh penderita sendiri. Penyebabnya adalah kelainan pada telinga bagian luar, dalam, dan tengah. Dapat disebabkan oleh gangguan pada saraf-saraf pendengaran di otakTinnitus Objektif : dapat didengar juga oleh dokter yang memeriksa. Jarang ditemukan, dapat disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan tulang telinga dalam, atau gangguan pada otot.Penyebab yang umum ditemukan pada tinnitus adalah kerusakan sel telinga dalam. Rambut-rambut kecil pada telinga bagian dalam bergerak tergantung tekanan gelombang suara. Gerakan ini menstimulasi sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal listrik melalui saraf dari telinga (saraf auditori) ke otak. Otak akan menginterpretasi sinyal-sinyal ini sebagai suara. Jika rambut-rambut pada telinga bagian dalam tersebut rusak, mereka dapat “membocorkan” impuls elektrik yang tidak beraturan, sehingga menyebabkan tinnitus. Kerusakan rambut-rambut ini dipengaruhi oleh usia dan adanya paparan terhadap suara yang keras dalam jangka waktu lama (lingkungan pekerjaan industri, MP3 player, konser musik), dan paparan terhadap beberapa obat tertentu (aspirin, NSAIDs, diuretik).

Penyebab lain dari tinnitus adalah:

Adanya kotoran terlalu banyak dalam telingaPerubahan pada tulang telinga bagian tengahMeniere’s Disease (kelainan pada telinga dalam karena tekanan cairan atau komposisi telinga dalam)Trauma pada kepala atau telinga (mempengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran; umumnya tinnitus karena sebab ini hanya terjadi pada satu telinga)Tumor jinak pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran (acoustic neuroma; biasanya menyebabkan tinnitus pada satu sisi telinga saja)Kelainan pada pembuluh darah (menyebabkan tinnitus yang sifatnya pulsatil atau berdenyut, termasuk tinnitus objektif)Stress dan depresi (jika tes-tes atau pemeriksaan pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab tinnitus lain tidak dapat diidentifikasi).

Tidak ada obat khusus untuk tinnitus, yang paling penting adalah menghilangkan pencetus atau menyembuhkan penyebab. Kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. Keluhan telinga berdengung Anda tidak berhubungan dengan sakit maag yang Anda alami. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang telinga berdengung. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

27 Jun 2019, 09:21 WIB