Posisi Rahim Retrofleksi

Info Penanya, wanita 24 Tahun

Assalamualaikum dok .. saya punya rahim retrofleksi .. sakit tiap hari di panggul saya ... Apakah memang yg punya rahim retrofleksi juga sakit tiap hari gini ... ? Dan apakah saya punya peluang bisa hamil ?

02 Jul 2019, 13:21 WIB
dr. Sara Elise Wijono MRes
dijawab oleh: dr. Sara Elise Wijono MRes

Terima kasih telah menggunakan Fitur Tanya Dokter.

Dalam keadaan normal, rahim berada dalam posisi antefleksi dan anteversi. Posisi antefleksi adalah posisi fundus (bagian paling atas dari rahim) condong ke arah depan. Sedangkan anteversi berarti rahim sedikit naik terdorong ke depan. Disamping itu, 20-30% wanita memiliki rahim dengan posisi ke belakang yang dikenal dengan posisi rahim retrofleksi.

Berbagai posisi uterus tersebut baik anteversi maupun retrofleksi merupakan suatu variasi normal pada anatomi sistem reproduksi wanita. Memang pada umumnya wanita selalu merasa khawatir akan pengaruh posisi rahimnya terhadap kesuburannya, namun pada kenyataannya posisi rahim tidak berpengaruh terhadap kesuburan seorang wanita dan kemampuannya untuk hamil. Selain itu, posisi retrofleksi umumnya tidak menyebabkan keluhan nyeri pada panggul.

Gangguan kesuburan pada kasus ini hanya karena pada saat berhubungan mulut rahim tidak terpapar oleh sel sperma. Biasanya untuk kasus seperti ini di upayakan agar cairan sperma, bisa mencapai mulut rahim, misalnya dengan posisi ibu setelah berhubungan meletakkan punggung ditempat yang lebih tinggi (diganjal).

Cara lain yang dapat dilakukan adalah melakukan hubungan intim dengan posisi Doggy Style (dari arah belakang) sehingga sperma tidak akan keluar lagi. Setelah itu jangan langsung tidur/berdiri, namun tetap berada dalam posisi sujud sekitar 20-30 menit. Jika kemungkinan penyebab infertilitas yang lain tidak dijumpai, maka upaya operasi rekonstruksi dapat dilakukan.

Untuk mendapatkan keturunan, anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.

Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

02 Jul 2019, 13:21 WIB