Nyeri Perut Saat Haid

Selamat Pagi, Dokter. Saya perempuan usia 21 tahun, saya mengalami nyeri yang luar biasa ketika haid, sudah sejak SMA. Setiap hari pertama sampai hari kedua selalu nyeri, dan sangat mengganggu sampai tidak bisa apa-apa, hanya berbaring saja. Sejak SMA saya selalu mengkonsumsi obat pereda nyeri, seperti Mensana dan Feminax. Sudah lebih dari 5 tahun saya meminum obat itu, hampir setiap haid selalu minum. Awalnya saya kira itu normal saja, karena banyak juga teman yang mengalami hal yang sama, dan Ibu saya pun juga nyeri ketika haid, jadi saya kira biasa saja. Tapi setelah saya pikir-pikir, saya takut jika konsumsi obat jangka panjang ini akan berbahaya. Di sisi lain, kalau tidak minum obat, rasa nyeri itu sangat mengganggu sampai saya tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Bagaimana ya dok? Haruskah saya periksa? Atau adakah solusi lainnya? Karena saya sudah mencoba olahraga untuk menanggulangi rasa nyeri tapi masih saja nyeri. Terima kasih, dok

Lihat Selengkapnya
wanita, 22 Tahun11 Jul 2019, 04:55 WIB

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya seputar masalah nyeri perut saat haid dengan menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter dari klikdokter.com

Nyeri dan keram di area perut bawah dan pinggul pada saat mendekati masa haid, merupakan gejala yang sering dialami oleh wanita. Dismenorea atau nyeri haid biasanya dialami pada wanita usia muda. Nyeri ini diakibatkan karena adanya kontraksi dinding uterus yang biasanya di dominasi di area perut bagian bawah yang menjalar hingga ke pinggang, punggung bagian belakang, sampai ke area paha.

Rasa sakit ini biasanya dirasakan pada hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh . Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin

Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Berlangsung lebih dari 3 hingga 4 hari dan disertai mual, muntah atau bahkan diare. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll.Apabila dismenorea yang dirasakan adalah dismenorea primer seperti yang Anda keluhkan maka tidak akan ada masalah. Apakah keluhan nyeri haid ini sudah lama terjadi atau baru dirasakan akhir-akhir ini?

Beberapa penyakit yang dapat menimbulkan keluhan nyeri haid diantaranya:

  • Endometriosis: Endometriosis adalah pertumbuhan  kelenjar endometrium dan stroma yang berasal dari rahim.  Pada endometriosis, lapisan yang menyerupai endometrium tumbuh dan ditemukan di luar rahim, berespon terhadap siklus menstruasi, namun lapisan endometrium yang berada di luar rahim tidak memiliki jalan keluar untuk perdarahan yang dialaminya setiap bulan sehingga lapisan disekitarnya akan meradang dan membengkak sehingga menimbulkan nyeri haid yang hebat.
  • Penyakit Radang Panggul: infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dimulai dari uterus dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya.
  • Stenosis Serviks: penyempitan leher rahim. Gangguan ini sering disebabkan oleh adanya jaringan parut.
  • Tumor (fibroids): perkembangbiakkan dari dinding dalam uterus

Jika nyeri haid timbul lebih lama dari 2-3 hari dan terasa sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi sampai muncul keluhan mual, muntah, pingsan, Anda patut mencurigai adanya penyakit yang mendasari. Endometriosis adalah penyebab tersering keluhan nyeri haid hebat pada wanita. Diperlukan pemeriksaan USG untuk melihat apakah ada kelainan pada rahim. Sebaiknya Anda segera memeriksakan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Untuk sementara Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri seperti asam mefenamat atau natrium diklofenak jika nyeri sangat tidak tertahankan. Selain konsumsi obat nyeri, mengkompres dengan air hangat dapat membantu juga meredakan nyerinya.

Baca Juga

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar masalah nyeri perut saat haid. Semoga bermanfaat. Salam sehat

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Nyeri Perut Setelah Haid

Dijawab oleh:dr. Reza Fahlevi

Nyeri Perut Saat Haid

Dijawab oleh:dr. Sepriani Timurtini Limbong

Haid Lama dan Nyeri

Dijawab oleh:dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Nyeri Saat Haid

Dijawab oleh:dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Dismenore, Apakah Kelainan Rahim?

Dijawab oleh:dr. Atika

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk