Disfungsi Ereksi

Info Penanya, pria 28 Tahun

Halo dok, saya pria usia 28 tahun, sejak 2 minggu lalu saya mengalami sulit ereksi, begitu ereksi hasilnya kurang keras, dan jika tdk d rangsang terus menerus akan loyo lg, dan belum sempat penestrasi udah keluar, kemudian saya periksa ke klinik andologi, dites lab dan kata dokter penyebabnya karna hasil lab menunjukkan batang gram negatif hasilnya positif Dan coccus gram positif hasilnya positif tp saya blm paham yg di jelaskan dokter diklinik, mohon penjelasannya dok.

14 Jul 2019, 22:39 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan Anda mengenai sulit ereksi pasti sangat mengganggu Anda.

Dari gejala yang Anda ceritakan kami menyimpulkan bahwa kemungkinan gangguan yang Anda alami bisa dikategorikan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan dalam mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik.

Gangguan ereksi pria dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah :

1. Kelainan pembuluh darah2. Kelainan persarafan3. Obat-obatan4. Kelainan pada penis5. Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Agar bisa ereksi, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis urologi atau andrologi untuk melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab yang mendasarinya serta dapat dilakukan terapi yang sesuai.

Kami sertakan beberapa artikel berikut untuk menambah informasi Anda :

Disfungsi Ereksi Pada PriaMengenal Jenis Disfungsi EreksiKembali Ereksi dengan Stent Arteri di PenisTerapi Akupuntur Bagi Penderita Disfungsi Ereksi

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam sehat,

14 Jul 2019, 22:39 WIB