Perut Kembung dan BAB Tidak Lancar

Info Penanya, pria 21 Tahun

Malem Dok.. Saya Alfi usia 21, sdh 5 hari ini saya merasakan kembung di perut disertai nyeri, susah kentut, BAB tdk lancar. Ini saya kenapa bisa gini, Dok? Padahal awalnya normal2 aja. Mohon penjelasan dan rekomendasi nya, Dok. Terima kasih..

15 Jul 2019, 00:02 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terimakasih telah bertanya tentang Perut Kembung melalui fitur Tanya Dokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda. Sangat sulit bagi kami untuk menjelaskan kondisi Anda dengan keterangan yang sangat sedikit. Keluhan perut kembung atau perasaan perut bergas bisa jadi ini berhubungan dengan organ lambung, atau disebut dengan gejala dispepsia. Oleh karena itu ijinkan kami menjelaskan sedikit tentang keluhan peningkatan asam lambung atau disebut sindrom dispepsia. Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Pengobatan sindrom dispepsia sangat tergantung dari penyebabnya.

BAB tidak lancar / konstipasi merupakan suatu keadaan di mana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan, sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama
  • Kurang olah ragaKurang asupakan makanan berserat
  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan
  • Kebiasaan menunda buang air besar.Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium
  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.
  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.
  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.
  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.Adanya luka pada kulit anusAdanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.

Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.

Olahraga secara teratur

Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Jika masalah konstipasi sudah berlangsung cukup lama, sebaiknya segera memeriksakan diri anda ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi dari konstipasi seperti hemoroid (wasir) atau fisura ani (luka pada kulit disekitar anus).

Kami sarankan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Namun sekali lagi, untuk menegakkan diagnosis dan pengobatan diperlukan pemeriksaan langsung oleh seorang dokter. Ceritakanlah dengan lengkap keluhan yang dirasakan agar Anda mendapatkan tatalaksana yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang perut kembung dan BAB tidak lancar. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

15 Jul 2019, 00:02 WIB