Batuk Berdarah

Info Penanya, pria 45 Tahun

Maaf dok, apakh dikolom ini saya boleh minta obat yang harus saya beli diapotik: Berhubung dahak saya terdapat bercak darah tanpa batuk, led saya negatif, sy pernah di rontgen dan hasil radiologi : - Cor tdk membesar Sinus kanan berselubung, sinus kiri dan diafragma normal -pulmo : hilli normal Corakan bronkovaskuler normal Tampak perselubungan opak inhomogen di apex-lapang atas kanan Tampak bercak lunak dilapang tengah kanan dan kiri Kesan :gambaran pneumoni kanan DD/atelektasis disertai infiltrat di lapang tengah kedua paru curiga ec.KP aktif (lab)? Efusi pleura kanan Tidak tampak kardio megali Saya mohon resep obat yg manjur, dok. Terima kasih.

24 Jul 2019, 09:45 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terima kasih telah bertanya seputar batuk berdahak melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Tuberkulosis (TB) atau istilah awam juga dikenal dengan TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB yaitu Mycobacterium tuberculosis. Keluhan Pasien datang dengan batuk berdahak ≥ 2 minggu. Batuk disertai dahak, dapat bercampur darah atau batuk darah. Keluhan dapat disertai sesak napas, nyeri dada atau pleuritic chest pain (bila disertai peradangan pleura), badan lemah, nafsumakan menurun, berat badan menurun, pegal linu, berkeringat malam tanpa kegiatan fisik, dan demam meriang lebih dari 1 bulan.

Apakah Anda juga merasakan keluhan yang sama seperti diatas? Jika ya, Kami sarankan Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat, agar dapat diketahui pasti penyebab masalah dan solusi yang tepat sesuai kondisi Anda.

Namun tidak hanya pada TBC saja yang dapat menimbulkan gejala reak/dahak berdarah. Darah yang bercampur dengan reak bisa berasal dari berbagai area dari rongga mulut (gusi berdarah, iritasi tenggorokan akibat batuk yang kuat), saluran pernapasan, atau saluran pencernaan.

Dahak berdarah, atau yang dalam istilah kedokteran disebut hemoptisis, adalah ekspetorasi darah akibat perdarahan pada saluran napas di bawah tenggorokkan. Dahak berdarah bisa sangat bervariasi, mulai dari bercak darah, hingga dahak berdarah yang kental. Dahak berdarah biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan (seperti TBC, bronkiektasis, pneumonia, abses paru), tumor pada saluran pernapasan, dan kelainan kardiovaskuler. Apabila dahak berdarah terjadi akibat penyakit pada saluran pernasapan, biasanya disertai dengan batuk, dan darah yang dikeluarkan berwarna merah segar dan bercampur dengan lendir, serta tampak berbusa karena adanya gelembung udara.

Namun demikian, pada beberapa kasus, seringkali penderita memiliki dahak berdarah tanpa batuk. Ini terjadi apabila penyebab dahak berdarah tanpa batuk adalah adanya sumbatan saluran napas, sehingga darah tidak dapat dibatukkan. Kondisi ini sangat berbahaya, karena darah yang tidak dapat dikeluarkan akan menggumpal dan dapat memperparah sumbatan saluran pernapasan. Selain itu, penderita tidak menyadari adanya perdarahan saluran napas, karena darah tidak “keluar”.

Penyebab dahak berdarah tanpa batuk lainnya adalah adanya masalah dalam saluran pencernaan, seperti infeksi bakteri atau virus, tumor atau kanker, sakit maag yang parah (erosive), luka pada lambung (ulcus pepticum), atau luka/radang pada kerongkongan. Dahak berdarah tanpa batuk ini dikenal dengan nama hematemesis (muntah darah), dan biasanya didahului oleh adanya aliran balik dari pergerakan saluran pencernaan. Darah yang keluar dapat tercampur oleh sisa makanan, dan warna darah yang dimuntahkan bisa merah segar atau kehitaman. Jika darah yang keluar berwarna kehitaman, biasanya terjadi gangguan pada lambung, karena darah sempat bercampur dengan asam lambung. Sedangkan jika darah yang keluar berwarna merah segar, menandakan bahwa darah tidak sempat bercampur dengan asam lambung.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

24 Jul 2019, 09:45 WIB