Tuberkulosis Paru, Bisakah Kambuh?

Info Penanya, pria 26 Tahun

Mau tanya dok, dulu tahun 2016 divonis kp aktif, dan hasil rongsent memang kp aktif, selama 6 bulan pengobatan teratur dan berat badan naik terus, setelah 6 bulan selesai pengobatan dan dicek dahak sudah dinyatakan sembuh, tetapi bulan agustus tahun 2017 saya bekerja di perusahan dan disana saya ikut mcu dan hasil rongsent tetap kp aktif, dan coba cek dahak lagi masih tetap negatif, pada bulan februari 2019 saya ikut mcu kembali dan hasilnya rongsent curiga ke tb, keluhan klw sakit tb itu saya dimersakan dan berat badan saya naik dok, apakah benar itu sakit tb?

29 Jul 2019, 22:55 WIB
dr. Devia Irine Putri
dijawab oleh: dr. Devia Irine Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis yang bersifat sistemik, yang dapat bermanifestasi pada hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer.

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menderita Tuberkulosis, antara lain:

  • Penurunan daya tahan tubuh: Hal in dapat disebabkan oleh penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh seperti HIV/AIDS, diabetes, atau pengobatan jangka lama dengan imunosupresan seperi kortikosteroid, pengobatan arthritis atau obat-obatan kemoterapi.
  • Kontak dengan orang lain yang terinfeksi Tuberkulosis (yang tidak diterapi), umumnya orang yang sehari-hari berada di sekitar  seperti anggota keluarga, teman, tetangga, atau rekan kerja.
  • Konsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol untuk jangka waktu yang lama (menurunkan daya tahan tubuh)
  • Kurang gizi (malnutrisi)
  • Merokok (mempengaruhi daya tahan paru)

Tuberkulosis dapat disembuhkan secara tuntas, dengan ketentuan faktor-faktor risiko yang disebutkan di atas dapat dihilangkan: penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh ditatalaksana, berhenti merokok, konsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol, termasuk menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan gizi seimbang dengan jumlah yang cukup, dan minum obat secara teratur sampai tuntas.

Pengobatan TB memang membutuhkan kedisiplinan dan waktu yang panjang. Hingga kini, belum ada obat TB terbaru yang dapat menyembuhkan TB dalam waktu yang singkat. Seseorang dengan TB harus menuntaskan pengobatan yang lama tersebut hingga benar-benar dinyatakan terbebas dari penyakit TB. Lama  pengobatan TB pada penderita dapat berkisar 6- 9 bulan, tergantung dari jenis TB dan respon penderita terhadap pengobatan. Sejauh ini, jenis obat TB yang efektif memang kombinasi dari penggunaan empat obat-Rifampisin, INH, Pirazinamid, dan Etambutol. Pengobatan dapat ditambah dengan suntikan Streptomisin pada mereka yang tergolong dalam Penderita TB kategori 2 ( pasien kambuh, gagal ataupun dengan riwayat pengobatan terputus).

Penyakit ini dapat kambuh jika imunitas (daya tahan) tubuh seseorang menurun dan juga orang tersebut menjalankan pola hidup yang tidak sehat. Adapun gejala klasik pada penyakit TB paru adalah demam, keringat malam, batuk berdahak (dapat disertai dengan darah), dan penurunan berat badan. Tetapi untuk memastikan apakah gambaran rontgen thorax milik Anda dengan klinis, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis Paru. 

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

29 Jul 2019, 22:55 WIB