disfungsi ereksi

Assalamualaikum, dokter. Saya mau bertanya, saya baru menikah sekitar 40 hari yg lalu, namun saya mengalami menstruasi yg berkepanjangan sehingga belum melakukan hubungan intim. Kami biasanya hanya sekedar saling merangsang tanpa melakukan penetrasi setiap malam selama kurleb sebulan. Kemudian saat haid saya selesai dan kami mencoba melakukan hubungan suami istri untuk pertama kali, saat hendak penetrasi ternyata suami saya sudah ejakulasi terlebih dahulu. Saya pikir krn tekanan, kemudian dipercobaan yg kedua pun kasusnya sama. Suami saya bilang dia kelelahan krn sebelumnya terlalu sering shg susah ereksi dan cepat ejakulasi. Apakah hal ini benar dokter? Kalau memang ada indikasi masalah mohon sekiranya apa solusinya. Terimakasih...

Lihat Selengkapnya
wanita, 27 Tahun06 Agt 2019, 09:39 WIB

dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Dijawab oleh:

dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Terima kasih telah bertanya seputar ejakulasi dini melalui fitur Tanya Dokter.

Ejakulasi dini atau premature ejaculation merupakan gangguan seksual, yang menyebabkan ejakulasi terjadi sebelum waktunya. Hal ini membuat penis lemas (flaccid), sehingga penetrasi lebih sulit dilakukan. Sekitar 1 dari 3 pria berusia 18 tahun ke atas mengalami ejakulasi dini pada satu titik dalam kehidupan mereka. Kondisi ini dapat menimbulkan stres, baik pada pria maupun pada pasangan wanitanya.

Faktor fisik lain yang berperan yaitu pada ejakulasi dini adalah:

  • Prostatitis kronis, yaitu peradangan prostat menahun.
  • Gangguan tiroid, yaitu kelenjar tiroid terlalu aktif atau kurang aktif.
  • Penyakit diabetes dan hipertensi.Konsumsi alkohol berlebih, merokok, dan penggunaan obat-obat terlarang.
  • Disfungsi ereksi. Pria dengan disfungsi ereksi akan cenderung ejakulasi dini sebelum ereksi berakhir.
  • Penis yang terlalu sensitif atau terdapat aktivitas refleks tidak normal pada sistem ejakulasi.

Sedangkan faktor psikologis yang menyebabkan ejakulasi dini pada umumnya berhubungan dengan:

  • Stres dan depresi.
  • Masalah dalam hubungan dengan pasangan.
  • Cemas terhadap performa seksual, khususnya pada permulaan hubungan yang baru, atau ketika seorang pria telah memiliki riwayat masalah dalam performa seksual.
  • Trauma seksual di masa lampau.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini sebelum mencari pertolongan medis, di antaranya:

  • Masturbasi satu sampai dua jam sebelum berhubungan intim.
  • Menggunakan kondom tebal untuk mengurangi sensasi pada penis.
  • Tarik napas dalam secara singkat untuk menghentikan refleks ejakulasi.
  • Saat berhubungan intim, berhenti sejenak dan alihkan pikiran ke hal-hal yang membosankan agar sensasi penis berkurang.
  • Berhubungan intim dengan posisi wanita di atas.
  • Lakukan metode untuk mengontrol diri dengan teknik-teknik berikut:Squeeze. Anda atau pasangan menstimulasi penis hingga terasa hampir ejakulasi, lalu segera berhenti. Tekan kepala penis sekitar 10-20 detik. Kemudian lepaskan dan tunggu hingga 30 detik sebelum stimulasi diulang. Proses ini dilakukan beberapa kali, sebelum akhirnya ejakulasi.
  • Stop-start. Teknik ini hampir mirip dengan teknik squeeze, akan tetapi tidak ada penekanan pada kepala penis. Kapan harus ke dokterSegera cari pertolongan bila ejakulasi dini menimbulkan stres berlebihan atau frustasi, mengganggu hubungan interpersonal dengan pasangan, serta membuat Anda menghindari hubungan intim.

Namun jika keluhan pada suami anda berlanjut atau semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis andrologi atau urologi untuk melakukan terapi lebih lanjut yaitu psikoterapi atau penggunaan obat-obatan.

Berikut kami lampirkan beberapa artikel sebagai bahan referensi lain anda.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Terlalu cepat mencapai orgasme

Dijawab oleh:dr. Nabila Viera Yovita

Gangguan Ereksi dan Testosteron Rendah

Dijawab oleh:dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

obat ejakulasi dini

Dijawab oleh:dr. M. Dejandra Rasnaya

Disfungsi Ereksi

Dijawab oleh:dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

mengenai ejakulasi dini

Dijawab oleh:dr. M. Dejandra Rasnaya

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk