Cemas dan Otot Berkedut Sendiri

Info Penanya, pria 18 Tahun

Dok, saya mau tanya. saya adalah seorang pelajar dan saya mempunyai masalah yaitu entah kenapa pas saya gugup tiba2 wajah saya disekitaran mata dan mulut bisa bergerak2 sendiri yg tentunya membuat saya tidak percaya diri. apakah ada cara mengatasi nya ?

12 Aug 2019, 10:24 WIB
dr. Atika
dijawab oleh: dr. Atika

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Nampaknya yang Anda alami saat ini dalam dunia medis disebut dengan gangguan cemas atau gangguan panik. Kecemasan memang dapat menyebabkan berbagai gejala seperti keringat dingin, berdebar-debar, mual, sesak napas, gemetar, rasa ketakutan, dan gangguan otot (otot kaku atau muncul gerakan involunter/ kedutan seperti yang Anda rasakan). Otot yang kaku sebenarnya dapat terjadi bukan hanya saat cemas, namun bisa ditemukan pada kondisi dehidrasi (kekurangan cairan), olahraga berlebihan, atau karena kurangnya aktifitas fisik, atau adanya kelainan medis. 

Mengapa cemas sebabkan otot kaku?

Saat serangan cemas atau panik, tubuh akan mengalami stres berat dan sebagai respons terhadap stres tersebut, tubuh akan menggunakan nutrien pada otot dan tulang, seperti magnesium. Nutrien tersebut dibutuhkan untuk fungsi saraf, dan pada beberapa kasus dapat menyebabkan otot berkontraksi dan menyebabkan spasme (kaku). Masih banyak kemungkinan lainnya yang berhubungan antara spasme otot dan kecemasan.

Gerakan Involunter

Terdapat beberapa jenis gerakan involunter (diskinesia), yaitu tic (kedutan), ataksia, mioklonus, disfonia, distonia, dan sebagainya. Kelainan yang terjadi pada Anda termasuk distonia. Distonia ditandai dengan adanya kontraksi pada otot yang kemudian menimbulkan otot kaku dan muncul gerakan berulang. Distonia dapat disebabkan adanya kelainan pada otak atau rasa cemas dan emosi yang tinggi.

Penanganan Cemas

Penatalaksanaan serangan panik dan gangguan cemas dapat dilakukan dengan medikamentosa (obat-obatan) dan non-medikamentosa (tanpa obat). 

Saat ini kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis psikiatri untuk konsultasi lebih lanjut dan pemberian obat. Dokter akan membantu Anda dengan mendengarkan keluhan Anda dan membantu Anda mencari penyelesaian yang tepat. Anda dapat mencoba beberapa tips untuk mengatasi serangan panik dan gangguan cemas yang Anda alami, seperti :

·         Cobalah untuk menarik napas dalam dan perlahan-lahan saat serangan

·         Ingatkan diri Anda bahwa Anda tidak sedang dalam keadaan bahaya

·         Cobalah untuk membiasakan diri menghadapi hal-hal yang menjadi sumber ketakutan Anda, hingga Anda dapat mengontrol perasaan takut tersebut

·         Carilah hobi yang mampu membuat Anda melupakan kecemasan, seperti olahraga. Olahraga juga dapat mengurangi gejala kaku otot yang Anda alami yang muncul saat cemas.

Untuk mengatasi rasa gugup di depan umum, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut:

·         Lakukan relaksasi sebelum tampil di depan publik

·         Pastikan Anda sudah mempersiapkan presentasi/pidato Anda sebaik mungkin, jika persiapan matang, maka akan tumbuh rasa percaya diri dan rasa cemas pun berkurang.

·         Berpikir positif, yakinlah Anda dapat mengatasi situasi dan dapat menyelesaikan presentasi/pidato Anda dengan baik

·         Hindari makanan yang mengandung kafein karena dapat meningkatkan syaraf simpatis dan membuat gejala cemas Anda bertambah

·         Meditasi atau yoga dapat membantu Anda untuk relaksasi

·         Tidur cukup

Selain itu, untuk mengatasi serangan panik dan gangguan cemas, Anda dapat juga mencoba untuk melakukan suatu terapi kolompok atau konseling dengan psikiatri. Akan lebih baik jika Anda mampu mengatasi serangan Anda tanpa obat-obatan dibandingkan ketergantungan terhadap obat penghilang rasa cemas. Anda perlu bersabar mengatasi masalah ini karena memang memerlukan waktu yang cukup lama. Jangan mudah putus asa. Sangat baik jika Anda dibantu oleh seorang profesional (dokter spesialis psikiatri) yang dapat membantu Anda dengan konseling dan memantau perkembangan serta kemajuan  serta memantau berbagai kesulitan yang Anda hadapi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

12 Aug 2019, 10:24 WIB