Tenggorokan Terasa Mengganjal

Info Penanya, pria 26 Tahun
  • Hi dok, mohon bantuannya sekiranya dapat dijelaskan. Hari Kamis lalu saya terkena radang tenggorokan dan belum minum obat ataupun antibiotik. Awalnya hanya sakit tenggorokan biasa dan batuk-batuk berdahak. Malam ini tiba-tiba suara saya hilang dan setelah mencoba tidur, suara saya semakin hilang bahkan terasa meninggi seperti tidak punya jakun, dan kalau menelan ludah seperti ada yang mengganjal, kalau minum terasa perih, dan batuk juga tidak mengeluarkan dahak. Kira-kira apa penyebabnya ya dok? Kira-kira penyakit apa ini dan cara penyembuhannya bagaimana? Respon dari dokter sangat berarti bagi saya. Terima kasih.
27 Aug 2019, 20:37 WIB
dr. Reza Fahlevi
dijawab oleh: dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Radang tenggorokan adalah suatu peradangan yang terjadi di tenggorokan, yang disebabkan oleh infeksi. 

Sakit tenggorokan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri antara lain:

  • Tonsilitis, yaitu peradangan atau radang amandel yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptokokus. Tonsilitis tergolong cukup menyakitkan, terdapat keluhan sulit menelan, biasanya terdapat rasa seperti ada yang mengganjal di belakang tenggorokan, serta terdapat bercak putih ataupun kekuningan pada tonsil (amandel). Jika terdapat gejala tersebut, ada baiknya konsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat.
  • Faringitis, yaitu peradangan pada saluran yang menghubungkan hidung atau mulut dengan kerongkongan (esofagus) atau saluran tempat pita suara (laring).
  • Laringitis, yaitu peradangan pada laring atau saluran pernapasan yang terdapat pita suara (vocal cord).
  • Epiglotitis, yaitu peradangan pada katup yang memisahkan saluran pernapasan dengan saluran pencernaan.
  • Abses peritonsil, yaitu pembengkakan disertai cairan nanah antara langit-langit tenggorokan dan bagian belakang amandel.

Selain infeksi virus dan bakteri, beberapa faktor lain yang  menyebabkan sakit tenggorokan meliputi:

  • Polusi. Merokok atau bahan kimia di dalam rumah dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Polusi udara yang buruk juga bisa menyebabkan iritasi.  
  • Aktivitas atau penggunaan otot-otot tenggorokan secara berlebihan. Berteriak atau berbicara dalam waktu yang lama dapat membuat otot-otot tenggorokan tegang atau terluka, sehingga menyebabkan rasa nyeri.
  • Alergi. Anda bisa mengalami reaksi hipersensitif terhadap zat-zat seperti jamur, debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan (potongan-potongan kecil kulit binatang) yang menandakan tubuh anda alergi terhadap zat-zat tersebut.

Tidak ada obat instan untuk mengatasi sakit tenggorokan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar penderitanya merasa lebik baik.

  • Banyak istirahat. Istirahat sangat penting ketika sistem imun tubuh berjuang melawan infeksi yang masuk ke tubuh.Istirahatkan suara Anda. Istirahatkan tenggorokan Anda jika merasa telah berbicara terlalu lama ataupun dengan volume yang keras.Jaga tenggorokan tetap lembap. Semakin kering tenggorokan, maka sakit tenggorokan akan terasa lebih buruk.
  • Minumlah banyak air atau konsumsi permen pelega tenggorokan untuk menstimulasi air liur yang lebih banyak.Pilihlah makanan yang tepat. Hindari jenis makanan yang merangsang tenggorokan seperti makanan dingin, pedas, berminyak, dan menggunakan penyedap rasa.
  • Jauhi asap rokok dan alergen lain yang bisa menyebabkan alergi anda kambuh.
  • Berkumur dengan air garam. Beberapa studi menemukan bahwa berkumur air garam beberapa kali sehari dapat mengurangi bengkak di tenggorokan dan mencairkan lendir, serta membantu membilas bakteri dan berbagai penyebab iritasi, sehingga dapat meringankan ketidaknyamanan Anda saat menelan.
  • Penghilang rasa sakit. Jika nyeri tenggorokan memburuk, Anda bisa konsumsi obat penghilang rasa sakit golongan asetaminofen (parasetamol) atau ibuprofen. Pastikan tidak ada kontraindikasi dalam penggunaaan obat-obatan tersebut.
  • Cek ke dokter jika sakit tenggorokan tak sembuh-sembuh, atau disertai keluhan lain seperti demam dengan suhu di atas 38 derajat Celcius yang berlangsung lebih dari 3 hari, kelenjar getah bening terlalu besar dan membengkak, serta kesulitan menelan, bernapas, atau membuka mulut.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam

27 Aug 2019, 20:37 WIB