Keluar Cairan Putih Setelah Berhubungan

Info Penanya, wanita 27 Tahun

Permisi Dok, saya mau tanya, Ketika sedang berhubungan keluar cairan putih seperti susu dari vagina, memang itu bukan sperma, lalu kira-kira itu cairan apa ya? Saya juga sudah minum pil KB 10 hari sebelumnya, memang saya ingin menunda kehamilan dan saya bingung cairan apa itu dan kenapa bisa keluar??? Terima kasih

06 Sep 2019, 09:26 WIB
dr. Reza Fahlevi
dijawab oleh: dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Keluhan Anda saat ini adalah adanya cairan yang keluar dari vagina setelah berhubungan intim. Seperti halnya pria, saat terangsang seorang perempuan juga akan mengeluarkan cairan dari kemaluannya. Cairan ini normalnya berwarna bening, kental, agak lengket, yang berfungsi sebagai pelumas untuk memudahkan penetrasi. Semakin terangsang seorang perempuan, jumlah cairan vagina yang keluar akan semakin banyak.

Apabila cairan tersebut berwarna bening dan tidak disertai keluhan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, bila cairan mulai berubah warna dan berbau, maka kemungkinan hal tersebut bersifat patologis (abnormal) dan perlu diperhatikan karena bisa jadi merupakan keputihan patologis.

Keputihan atau dalam bahasa medis disebut fluor albus, adalah cairan (bukan darah) yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, pemakaian kontrasepsi, dan akan tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Bagaimana dengan karakteristik cairan yang keluar dari vagina Anda?

Keputihan yang patologis (abnormal) haruslah diobati sesuai dengan penyebabnya karena bila tidak akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius terhadap organ intim Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

06 Sep 2019, 09:26 WIB