Kejang Otot Kaki di Pagi Hari

Info Penanya, pria 46 Tahun

saya ingin tanya kadang sy kalau bangun tidur pagi sering kejang otot betis kaki sebelah kiri kenapa ya..kadang kulit betis sampai benjol atau membelendung. Terima kasih

11 Sep 2019, 18:27 WIB
dr. Bobtriyan Tanamas
dijawab oleh: dr. Bobtriyan Tanamas

Terima kasih telah berkonsultasi seputar Kejang Otot Kaki di Pagi Hari pada fitur Tanya Dokter

 

Kejang otot pada salah satu bagian tubuh disebut sebagai kedutan atau kejang otot dan hypnic jerks atau dikenal dengan mioklonus positif. Mioklonus positif adalah gerakan involunter (tidak sadar) kontraksi mioklonus (otot) yang muncul selama tahapan hypnagogia, yaitu kondisi dimana seseorang sedang mulai jatuh tertidur. Umumnya hypnic jerk ini akan diikuti rasa ingin terjatuh atau kaget ketika bangun tidur. Hal ini umumnya terjadi karena tidak teraturnya waktu tidur. Hypnic jerk biasanya dirasakan 1-2 kali dalam waktu semalam, dapat timbul dalam kondisi tidur yang normal. Hal ini lebih sering terjadi bagi mereka yang kurang tidur lebih dari 24 jam atau mereka yang terbangun padahal waktu tidur mereka masih kurang.

Kondisi lain yang mungkin terjadi adalah "Spasmofilia", suatu kondisi di mana persarafan motor menunjukkan sensitivitas yang tidak normal terhadap stimulasi/rangsangan elektrik ataupun mekanik sehingga penderita mengalami kecenderungan untuk mengalami kram dan kejang pada otot-ototnya.

Gejala lain yang termasuk dalam sindrom spasmofilia adalah rasa lelah berlebihan, kekakuan atau kedutan otot, kram otot, keluhan pada saluran pencernaan dan juga alergi. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan elektrolit di dalam darah antara lain karena kekurangan kalsium (hipokalsemia) atau kekurangan magnesium yang dapat terkait dengan hiperventilasi, hipoparatiroidism, rakhitis, uremia atau kondisi lain. Selain itu juga terjadi ketidakseimbangan mineral kalium.

Pasien dengan spasmofilia biasanya akan merasa kesulitan untuk memulai aktivitas di pagi hari dan sebaliknya merasa sangat aktif pada malam hari, sering merasakan kekakuan otot dan kedutan otot pada tangan dan kaki, kram otot dapat terjadi juga di tempat lain seperti pada lambung, punggung dan leher. Seringkali pasien dengan spasmofilian juga memiliki gejala psikologis berupa rasa cemas dan takut berlebihan. Rasa sesak di dada merupakan keluhan lain yang cukup sering dirasakan pasien dan cukup mengganggu. Hal ini terjadi karena kejang otot-otot saluran pencernaan bagian atas. Bila terjadi kejang-kejang pada otot-otot saluran pencernaan bagian bawah terkadang dapat menyebabkan rasa mual dan muntah.

Spasmofilia dapat disembuhkan. Pasien biasanya dapat diberikan asupan suplemen kalsium, magnesium dan kalium. Selain itu pasien juga perlu memperbaiki pola diet dengan mengonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung sumber kalsium, kalium dan magnesium. Selain itu, pasien juga perlu berolahraga ringan dan melakukan pemijatan otot untuk relaksasi otot.

Periksakan kondisi Anda ke Dokter Spesialis Saraf untuk mendapatkan diagnosis dan tata laksana yang sesuai dengan kondisi Anda saat ini.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermafaat

11 Sep 2019, 18:27 WIB