Diare pada lansia

ayah saya berusia 86 tahun dan baru menjalani rawat inap selama 1 minggu mulai tgl 31 agustus hingga 8 september 2019.selama 1 minggu itu tidak bisa BAB.baru tadi pagi kami beri microlax.memang langsung bisa BAB tetapi hingga saat ini belum bisa berhenti BABnya.dalam artian 30 menit sekali BAB mohon bantuan solusinya

Lihat Selengkapnya
wanita, 50 Tahun12 Sep 2019, 08:03 WIB

dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Dijawab oleh:

dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Terima kasih telah bertanya seputar diare pada lansia melalui fitur Tanya Dokter.

Berikut beberapa tips ketika mengalami diare.

  • Banyak minum air. Ketika mengalami diare, menjaga tubuh agar tidak kekurangan cairan sangatlah penting. Anak-anak dan orang tua merupakan kelompok umur yang rentan mengalami dehidrasi akibat diare. Perbanyak konsumsi cairan seperti air putih, jus, sup ayam tanpa lemak, atau bisa juga oralit atau cairan yang mengandung elektrolit lainnya yang dijual secara bebas di pasaran.
  • Sebagai upaya untuk terus terhidrasi, usahakan sedikitnya mengonsumsi 8 gelas cairan per hari. Namun, jika Anda memiliki gangguan jantung, ginjal, dan hati, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu mengenai jumlah batasan asupan cairan tambahan dengan dokter yang menangani Anda. Hindari meminum alkohol,  susu, minuman bersoda, atau minuman yang mengandung kafein karena dapat memperparah gejala yang Anda rasakan.
  • Konsumsi probiotik. Probiotik merupakan sumber bakteria baik yang bekerja di saluran usus untuk membuat lingkungan usus sehat. Probiotik menjaga kesehatan usus agar terhindar dari infeksi. Probiotik juga dapat membantu mengatasi diare dengan menyeimbangkan bakteri di usus. Ada beberapa jenis probiotik yang bisa diperoleh dari beberapa jenis makanan yang difermentasi, seperti tempe, miso, kimchi, keju, yoghurt, kombucha, dan lain sebagainya. Selain bersumber dari makanan, probiotik juga bisa ditemukan dalam bentuk suplemen. Meski demikian, sebelum mengonsumsi suplemen probiotik sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.
  • Konsumsi obat anti diare tanpa resep. Beberapa jenis obat anti diare yang dapat dibeli tanpa resep seperti bismuth subsalisilatatau loperamide dapat membantu mengurangi keluhan diare ringan. Namun, penggunaan obat-obat tersebut tidak dapat mengatasi penyebab diare. Bila Anda mengalami diare kronis, yaitu diare yang dialami lebih dari 14 hari, sebaiknya Anda mengonsultasikannya ke dokter terlebih dahulu, sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut. Selain itu, jangan memberikan obat antidiare kepada anak tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
  • Diet rendah serat. Konsumsi makanan tinggi serat memang dikenal baik untuk kesehatan organ pencernaan. Namun, ketika sedang mengalami diare, makanan yang tinggi serat justru dapat memperparah keluhan pada sebagian orang. Karena itu, ketika sedang diare, konsumsilah makanan rendah serat untuk dapat membantu memadatkan tinja. Contoh jenis makanan rendah serat antara lain pisang, nasi putih, saus apel (apple sauce), dan roti.
  • Hindari jenis makanan ini. Saat sedang diare, hindari jenis makanan seperti makanan berminyak, asam, mengandung pemanis buatan, dan tinggi serat karena dapat memperparah diare atau memicu diare.

Jika diare yang Anda alami masih tergolong ringan, cepat atasi dengan melakukan langkah-langkah yang disarankan di atas. Jika diare tidak juga membaik, atau justru disertai darah, demam di atas 38,5 Celcius, dan nyeri perut hebat, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berikut kami lampirkan bebebrapa artikel sebagai bahan referensi lain anda.

Baca Juga

Terima kasih, semoga bermanfaat.

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Diare akut

Dijawab oleh:Klikdokter

Diare

Dijawab oleh:dr. M. Dejandra Rasnaya

Anak BAB Cair

Dijawab oleh:dr. Sepriani Timurtini Limbong

Penyebab Muntaber

Dijawab oleh:dr. Devia Irine Putri

Diare Pada Anak

Dijawab oleh:dr. Atika

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk