Dada Terasa Tidak Nyaman 18 September 2019 - Tanya Dokter Klikdokter.com
search

Dada Terasa Tidak Nyaman

Selamat Malam, Dok kadang di dada saya ada kaya sendawa, jadi kaya udara gitu tapi di dada, tapi kadang2 itu. ga sering. Saya browsing2 mungkin gejala jantung atau maag, tapi tidak ada yang menulis gejala seperti ini. Saya tidak ada mual, sesak, panas dada, atau seperti gejala2 jantung, atau maag yang seperti di artikel saya baca. Saya hanya kadang seperti ada hembusan angin saja, di dada. Kira2 itu gejala apa, saya harus ke dokter apa untuk mengetahui lebih lanjut. Terimakasih.

Lihat Selengkapnya
pria, 28 Tahun18 Sep 2019, 09:52 WIB

dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Dijawab oleh:

dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Terima kasih telah bertanya tentang dada yang terasa tidak nyaman melalui fitur Tanya Dokter

Keluhan seperti yang Anda sebutkan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan jantung, gangguan otot atau tulang, paru-paru, saluran pencernaan atau psikologis.

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual. 

Nyeri karena masalah otot dan tulang biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri seperti ini membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.

Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Nyeri dada bisa juga disebabkan oleh masalah psikologis, tetapi ini baru dipikirkan bila masalah-masalah lain sudah bisa disingkirkan.

Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti 

  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol HDL yang rendah
  • Diabetes Mellitus
  • Usia lanjut
  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
  • Kebiasaan kurang bergerak/aktivitas fisik
  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita)

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang terkait, seperti pemeriksaan rekam jantung (EKG), pemeriksaan rontgen dada, dan pemantauan. Coba konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, sehingga dapat dideteksi penyakit jika ada pada tahap awal.

Demikan penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar dada yang terasa tidak nyaman. Semoga bermanfaat.

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

nyeri dada

Dijawab oleh:dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Nyeri dada disertai tenggorokan mengganjal saat makan

Dijawab oleh:dr. Nabila Viera Yovita

Nyeri dada Setelah Kecelakaan, Apakah Berbahaya ?

Dijawab oleh:dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Penyebab Nyeri Dada Bagian Tengah

Dijawab oleh:dr. Devia Irine Putri

Seputar Nyeri Dada

Dijawab oleh:dr. Sara Elise Wijono MRes

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat