Kontrasepsi steril

Info Penanya, wanita 22 Tahun

Apakah ada efek samping dari kontserpsi steril

02 Oct 2019, 10:35 WIB
dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons
dijawab oleh: dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

Terima kasih telah bertanya mengenai kontrasepsi steril melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kontrasepsi steril termasuk dalam kontrasepsi mantap yang bertujuan untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang lama (tidak terbatas). Kontrasepsi mantap dapat dilakukan pada salah satu pasangan, dengan persetujuan dari kedua belah pihak, serta tentunya atas hasil pertimbangan yang matang.

Dengan efeknya yang dapat bersifat permanen, kontrasepsi mantap menjadi pilihan terbaik bagi pasangan yang sepakat tidak lagi menambah jumlah anak (atas berbagai alasan).

Tubektomi

Metode kontrasepsi mantap yang dilakukan pada seorang wanita adalah tubektomi. Tubektomi dilakukan dengan menghambat saluran penghubung indung telur dan rahim (disebut tuba fallopi). Dengan metode ini, sel telur yang dilepaskan dari indung telur tidak akan mampu bertemu dengan sperma yang masuk, dan kehamilan akan sulit terjadi.

Bagaimana cara menghambat saluran penghubung tersebut? Caranya adalah dengan pengikatan atau pemotongan, serta pemasangan cincin oleh dokter yang berkompeten. Anda dapat memperolehnya kapanpun, termasuk saat proses persalinan sebagai berikut:

  • Idealnya dilakukan dalam 48 jam pasca-persalinan.
  • Dapat dilakukan segera setelah persalinan atau setelah operasi cesar.
  • Bila tidak dilakukan dalam satu minggu pasca persalinan, ditunda 4-6 minggu berikutnya.

Seberapa efektif metode ini? Berikut adalah manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari tubektomi:

  • Efektivitas yang tinggi yaitu 99,5%.
  • Tidak mempengaruhi proses menyusui.
  • Tidak mengganggu proses berhubungan seksual, dan tidak mengubah fungsi seksual.
  • Tidak ada efek samping dalam jangka panjang.
  • Mengurangi risiko kanker ovarium.

Vasektomi

Bila atas kesepakatan bersama, pihak suami yang akan menjalani kontrasepsi mantap, maka vasektomi adalah pilihannya. Vasektomi adalah metode kontrasepsi mantap pada pria. Metode yang dilakukan hampir sama yaitu menghambat saluran yang mengeluarkan sperma, sehingga sperma tidak akan dapat keluar dari tubuh.

Jangan samakan tidak adanya sperma dan tidak adanya ejakulasi (mengeluarkan cairan saat orgasme). Seorang pria yang memperoleh vasektomi akan tetap ejakulasi, namun bedanya cairan yang keluar tidak mengandung sperma, melainkan hanya berupa cairan semen (hasil produksi beberapa kelenjar).

Vasektomi dapat dilakukan kapan saja. Dua jenis pengerjaan yang ada adalah proses yang melibatkan proses penyayatan maupun Vasektomi Tanpa Pisau (VTP). VTP menjadi metode yang dapat mengurangi perdarahan dan rasa nyeri. Prosedur ini dilakukan hanya secara singkat dan tidak membutuhkan bius umum.

Berikut adalah keuntungan yang didapat dari vasektomi:

  • Efektivitas tinggi 99,6%-99,8%.
  • Sangat aman, tidak terdapat efek jangka panjang.
  • Efektif dalam jangka waktu panjang.
  • Dibandingkan kontrasepsi kondom, vasektomi memberikan efisiensi biaya dan lamanya penggunaan kontrasepsi.

Penting diingat, berbeda dengan tubektomi yang langsung aktif, World Health Organization (WHO) menyarankan kontrasepsi tambahan selama 3 bulan setelah prosedur atau kurang lebih 20 ejakulasi setelah prosedur. Hal tersebut untuk meyakinkan bahwa fungsi kontrasepsi mantap benar-benar berjalan.

Demikianlah penjelasan seputar kontrasepsi mantap yaitu tubektomi dan vasektomi, jalan keluar bagi Anda dan pasangan yang memutuskan untuk tidak lagi menambah jumlah anak. Pertimbangkanlah dengan matang dan bulat sebelum mengambil keputusan ini, mengingat sifatnya yang permanen (tidak dapat dipulihkan kembali, kecuali dilakukan operasi rekanalisasi/ penyambungan kembali).

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan seputar kontrasepsi steril. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

02 Oct 2019, 10:35 WIB