Mencegah Pre Eklampsia

Info Penanya, wanita 29 Tahun

saya hamil 2x dengan mengalami Pre - Eclampsia hamil pertama SC saat usia kandungan 31W (tekanan darah sebelum SC 170/140 tanpa merasa pusing) hamil ke 2 SC saat usia kandungan 34W (tekanan darah sebelum SC 170/140 tanpa merasa pusing) ke 2 nya kaki bengkak sejak usia kandungan 20W (tanpa kempes sama sekali padahal sudah diet protein) apakah untuk kehamilan ke 3 pasti mengalami Pre - Eclampsia lagi ??

10 Oct 2019, 09:42 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.           

DefinisiPre-eklampsia dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan darah 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (akhir triwulan kedua sampai triwulan ketiga) atau bisa lebih awal terjadi. Sedangkan pengertian eklampsia adalah apabila ditemukan kejang-kejang pada penderita pre-eklampsia, yang juga dapat disertai koma.  Pre-eklampsia adalah salah satu ka­sus gangguan kehamilan yang bisa menjadi penyebab kematian ibu. Ke­lainan ini terjadi selama masa kelamilan, persalinan, dan masa nifas yang akan berdampak pa­da ibu dan bayi. Kasus pre-eklampsia dan eklampsia terjadi pada 6-8% wanita hamil di Indonesia. Pre eklamsia dapat berulang jika terdapat riwayat pre eklamsia pada kehamilan sebelumnya. 

Hipertensi (tekanan darah tinggi) di dalam kehamilan terbagi atas pre-eklampsia ringan, pre-eklampsia berat, eklampsia, serta superimposed hipertensi(ibu hamil yang sebelum kehamilannya sudah memiliki hipertensi dan hipertensi berlanjut selama kehamilan). Tanda dan gejala yang terjadi serta tatalaksana yang dilakukan masing-masing penyakit di atas tidak sama. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pembagian di atas. 

Penyebab Penyebab pre-eklampsia belum diketahui secara jelas. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang mengakibatkan iskemia plasenta (ari – ari) sehingga berakibat kurangnya pasokan darah yang membawa nutrisi ke janin.

 Faktor Risiko :

Kehamilan pertamaRiwayat keluarga dengan pre-eklampsia atau eklampsiaPre-eklampsia pada kehamilan sebelumnyaIbu hamil dengan usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahunWanita dengan gangguan fungsi organ (diabetes, penyakit ginjal, migraine, dan tekanan darah tinggi)Kehamilan kembarDeteksi dini :

Menyaring semua kehamilan primigravida (kehamilan pertama),  ibu menikah dan langsung hamil, dan semua ibu hamil dengan risiko tinggi terhadap pre-eklampsia dan eklampsiaPemeriksaan kehamilan secara teratur sejak awal triwulan satu kehamilanPemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui terdapatnya protein dalam air seni, fungsi organ hati, ginjal, dan jantung, fungsi hematologi / pembekuan darah

Pre-eklampsia ringanTanda dan gejala :

Kenaikan tekanan darah sistole 140 mmHg sampai kurang dari 160 mmHg; diastole 90 mmHg sampai kurang dari 110 mmHgProteinuria : didapatkannya protein di dalam pemeriksaan urin (air seni)Edema (penimbunan cairan) pada betis, perut, punggung, wajah atau tanganTatalaksana pre eklampsia ringan dapat secara :

Rawat jalan (ambulatoir)Rawat inap (hospitalisasi)Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) :

Tidak mutlak harus tirah baring, dianjurkan perawatan sesuai keinginannyaMakanan dan  nutrisi seperti biasa, tidak perlu diet khususVitaminTidak perlu pengurangan konsumsi garamTidak perlu pemberian antihipertensiKunjungan ke rumah sakit setiap minggu Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) :

Pre eklampsia ringan dirawat inap apabila mengalami  hipertensi yang menetap selama lebih dari 2 minggu, proteinuria yang menetap selama lebih dari 2 minggu, hasil tes laboratorium yang abnormal, adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia beratPemeriksaan dan monitoring teratur pada ibu : tekanan darah, penimbangan berat badan, dan pengamatan gejala pre-eklampsia berat dan eklampsia seperti nyeri kepala hebat di depan atau belakang kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut  bagian kanan atas, nyeri ulu hatiPemeriksaan kesejahteraan janin berupa evaluasi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahimTatalaksana

Pada dasarnya sama dengan terapi rawat jalanBila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda dari pre-eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau kurang, ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkanPre-eklampsia BeratPre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Tanda dan gejala pre-eklampsia berat :

Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHgTekanan darah diastolik ≥ 110 mmHgPeningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus (kuning)Trombosit < 100.000/mm3Oliguria (jumlah air seni < 400 ml / 24 jam)Proteinuria (protein dalam air seni > 3 g / L)Nyeri ulu hatiGangguan penglihatan atau nyeri kepala bagian depan yang beratPerdarahan di retina (bagian mata)Edema (penimbunan cairan) pada paruKomaDitinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre-eklampsia berat selama perawatan, maka perawatan dibagi menjadi :

Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri dan ditambah pemberian obat-obatanPerawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pemberian obat-obatanPerawatan aktif dilakukan apabila  usia kehamilan 37 minggu atau lebih, adanya ancaman terjadinya impending eklampsia, kegagalan terapi dengan obat-obatan, adanya tanda kegagalan pertumbuhan janin di dalam rahim, adanya "HELLP syndrome" (Haemolysis, Elevated Liver enzymes, and Low Platelet).Perawatan konservatif dilakukan apabila kehamilan kurang dari 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia serta keadaan janin baik. Perawatan konservatif pada pasien pre eklampsia berat yaitu :

Segera masuk rumah sakitTirah baringInfusDiet cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garamPemberian obat anti kejang : magnesium sulfatAnti hipertensi, diuretikum diberikan sesuai dengan gejala yang dialamiPenderita dipulangkan apabila penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre-eklampsia ringan (diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu)Kami tetap menyarankan agar Anda tetap mengkonsultasikan hasil pemeriksaan Anda dengan dokter kandungan dan kebidanan Anda agar dokter Anda mengetahui perkembangan kondisi kesehatan Anda dan juga perkembangan janin Anda.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,                  

10 Oct 2019, 09:42 WIB