Tidak Menstruasi Selama Satu Tahun

Info Penanya, wanita 23 Tahun

Halo dokter. Saya tidak mengalami menstruasi selama hampir 1 tahun. Sudah rutin melakukan test pack, hasilnya negatif. Belum pernah memeriksakan diri ke dokter karena tidak pernah merasa nyeri atau merasakan gangguan apapun. Kira-kira apakah potensi penyakit yang sedang saya alami?

25 Jan 2020, 21:57 WIB
dr. Sepriani Timurtini Limbong
dijawab oleh: dr. Sepriani Timurtini Limbong

Terima kasih karena Anda telah bertanya seputar tidak menstruasi selama setahun melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Gangguan haid dapat bermacam-macam, mulai dari darah yang keluar sedikit atau malah banyak. Selain itu, gangguan haid juga bisa berkisar antara banyak siklus haid yang terjadi. Pertama kami akan jelaskan tentang siklus haid yang normal. 

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Gangguan hormon sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi hormonal pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, haid yang tidak teratur dapat juga terjadi pada :

Gangguan indung telur, misal: Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)Stress dan depresiSakit kronikPasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)Penurunan berat badan berlebihanOlahraga berlebihan, misal atlitAdanya tumor yang melepaskan estrogenAdanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasiPenggunaan obat-obatan tertentudsbJika tidak terjadi menstruasi sama sekali maka yang Anda alami disebut dengan amenore sekunder.

Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea atau jumlah darah menstruasi sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa.

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain:

Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%). Keadaan ini mempengaruhi proses pembentukan hormon. Jika seorang perempuan mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, perubahan hormonal yang disebabkan dapat berujung pada berhentinya menstruasi.Obesitas. Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).Stress psikis. Stress dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus sehingga menstruasi berhenti. Karena itu jika stress berkurang, menstruasi muncul kembali.Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral

Yang terpenting adalah mengetahui penyebab amenorea sekunder Anda.

Kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik, dan  pemeriksaan penunjang yang diperlukan sehingga segera diketahui apa yang menjadi penyebab amenore sekunder Anda. Amenore sekunder memang dapat menjadi penyebab ketidaksuburan pada wanita, untuk itu, semakin cepat ditemukan penyebabnya maka dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Apabila Anda ingin mengetahui atau berkonsultasi lebih lanjut seputar masalah tersebut, Anda dapat berkonsultasi melalui fitur LIveChat di Aplikasi KlikDokter. Terima kasih.

 

 

 

 

25 Jan 2020, 21:57 WIB