Sakit Perut dan Sulit BAB

Info Penanya, wanita 21 Tahun

Dok sy mau tanya mengenai pencernaan sy Slama sehari ini bab sy bermasalah, pertama perut melilit dan sakit namun saat bab agak susah dan harus ngeden, tapi (maaf) kotoran nya gak keras dok, tekstur normal. Tp sy kesulitan saat bab. Itu knapa ya dok? Mohon jawabannya dok trimakasih

10 Feb 2020, 09:48 WIB
dr. Devia Irine Putri
dijawab oleh: dr. Devia Irine Putri

Terima kasih telah bertanya seputar sakit perut dan sulit BAB dengan menggunakan fitur tanya dokter dari Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Yang pertama, keluhan Anda adalah rasa melilit di perut. Izinkan kami bertanya beberpa hal terkait keluhan Anda. Adakah gejala lain yang terjadi bersama dengan perut melilit seperti demam, mual, muntah? Dimanakah persisnya letak nyeri perut tersebut? Bagaimana dengan pola makan Anda? Kapan saja keluhan ini muncul? Menurut Anda, apakah ada pemicu (kondisi/kejadian) tertentu yang dapat menyebabkan keluhan ini muncul?Apakah sudah pernah dilakukan pemeriksaan rontgen perut? (foto x-ray perut)

Karena ini merupakan penyakit yang sudah berlangsung pada organ perut, maka kemungkinannya banyak sekali, dimulai dari gangguan gangguan motilitas usus, gastritis atau infeksi usus. Namun terlalu dini menyimpulkan diagnosis Anda. Oleh karena itu ada baiknya jika dilakukan pemeriksaan fisik yang lebih menyeluruh oleh dokter.

Yang kedua, untuk masaah sulit BAB atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu. Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama
  • Kurang olah raga
  • Kurang asupakan makanan berserat
  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan
  • Kebiasaan menunda buang air besar.
  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat anti kejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan anti hipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium
  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.
  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.
  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.
  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.
  • Adanya luka pada kulit anus
  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  1. Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari dan Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.
  2. Olahraga secara teratur
  3. Jangan menunda keinginan untuk BAB.Penanganan yang anda lakukan untuk mengatasi masalah konstipasi anda sebenarnya sudah cukup baik. Namun, mungkin Anda harus merubah kebiasaan buang air besar Anda jika Anda terbiasa untuk menahan keinginan buang air besar. 

Jika masalah konstipasi Anda sudah berlangsung cukup lama sebaiknya anda segera memeriksakan diri anda kepada dokter spesialis penyakit dalam untuk mencegah terjadinya komplikasi dari konstipasi seperti hemoroid (wasir) atau fisura ani (luka pada kulit disekitar anus). 

Berikut ini merupakan tautan artikel yang dapat Anda baca :

Demikian informasi yang bisa disampaikan seputar sakit perut dan sulit BAB, Semoga bermanfaat.

Salam,

10 Feb 2020, 09:48 WIB